MONETER
–
PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk. (PJAA) mencatatkan laba bersih Rp37 miliar di semester
I 2022. Perseroan juga meraup pendapatan usaha sebesar Rp413,72 miliar atau
tumbuh 96,19% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu Rp210,87 miliar.
Tulis perseroan diketerangan resminya di Jakarta,
Rabu (27/7/2022), pendapatan tersebut berasal dari pendapatan tiket yang naik 150,1%
dari Rp112,47 miliar menjadi Rp281,29 miliar pada akhir kuartal II/2022.
Lalu, kinerja pendapatan hotel dan restoran naik 65%
menjadi Rp35,5 miliar dari Rp21,51 miliar. Sementara, pendapatan usaha lainnya
juga meningkat menjadi Rp98,1 miliar.
Beban pokok pendapatan perseroan juga meningkat
menjadi Rp11,14 miliar dari Rp5,82 miliar, sementara beban langsung meningkat
menjadi Rp176,49 miliar dari Rp135,15 miliar. Alhasil, laba bruto perseroan
tercatat meningkat signifikan menjadi Rp226,07 miliar per separuh 2022
dibandingkan dengan Rp69,88 miliar pada 2021.
Emiten pengelola Ancol dan Dufan itu juga mencatat beban
umum dan administrasi meningkat menjadi Rp113,44 miliar dari Rp96,27 miliar,
bersamaan dengan beban penjualan yang naik tipis menjadi Rp7,7 miliar. PJAA
mencatatkan laba usaha sebesar Rp108,18 miliar dari rugi usaha Rp21,2 miliar
pada paruh pertama 2021.
Setelah dikurangi beban pajak, beban keuangan, dan
lain-lain, PJAA mencatatkan laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik
entitas induk sebesar Rp37,43 miliar pada semester I/2022 berbalik dari posisi
rugi sebesar Rp94,86 miliar pada semester I/2021.
Untuk jumlah aset, mengalami penurunan menjadi
Rp3,98 triliun pada semester I/2022 dari Rp4,42 triliun pada akhir tahun lalu.
Penurunan terutama karena posisi kas dan setara kas yang anjlok hampir
setengahnya dari Rp843,46 miliar menjadi Rp457,92 miliar.
Di sisi lain, jumlah liabilitas perseroan turun
menjadi Rp2,45 triliun per 30 Juni 2022 dibandingkan dengan Rp2,93 triliun per
31 Desember 2021. Hal ini seiring menghilangnya beban utang obligasi jatuh
tempo yang sudah dibayarkan.




