Kamis, Januari 15, 2026

Impor Ponsel Turun, Produksi Nasional Tembus 60 Juta Unit

Must Read

Moneter.co.id – Industri telepon seluler (ponsel) di dalam negeri
mengalami pertumbuhan jumlah produksi yang cukup pesat selama lima tahun
terakhir. Hal ini tidak terlepas dari upaya pemerintah memacu pengembangan di
sektor telekomunikasi dan informatika tersebut.

“Meningkatnya produksi ponsel di Indonesia, antara lain
karena penciptaan iklim usaha yang kondusif serta kebijakan hilirisasi dan
pengoptimalan komponen lokal sehingga lebih banyak memberi nilai tambah,” kata
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto di Jakarta, Sabtu (17/2).

Kementerian Perindustrian mencatat, pada tahun 2013,
impor ponsel mencapai 62 juta unit dengan nilai sebesar USD3 miliar. Sedangkan,
produksi dalam negeri sekitar 105 ribu untuk dua merek lokal.

Baca juga: Kemenperin: Sistem Validasi IMEI Ponsel Beroperasi April 2018

Alhasil, kata Airlangga, pemerintah mengeluarkan
regulasi yang bertujuan mengurangi produk impor dan mendorong produtivitas di
dalam negeri.

Hasilnya, pada 2014, impor ponsel mengalami penurunan dibanding
tahun sebelumnya, menjadi
60 juta unit. Sementara itu, produksi ponsel dalam negeri tumbuh signifikan menjadi 5,7 juta unit.

Kemudian, tahun 2015, produk impor merosot hingga 40% dari tahun sebelumnya, menjadi 37 juta unit dengan nilai USD2,3 miliar.
Sedangkan,
produksi
ponsel
di
dalam negeri semakin
meningkat sebesar 700% dari
tahun 2014, menjadi 50
juta unit untuk 23 merek lokal dan internasional.

Tahun 2016, produk impor ponsel menurun kembali
sekitar
36% dari tahun sebelumnya, menjadi 18,5 juta unit dengan nilai USD775 juta. Untuk
ponsel p
roduksi dalam negeri meningkat sebesar 36% dari tahun 2015, menjadi 68 juta unit.

“Dan, tahun 2017, impor ponsel turun menjadi 11,4 juta unit, sedangkan produksi ponsel di dalam negeri 60,5 juta unit untuk 34 merek, sebelas di
antaranya adalah merek lokal,” ungkap Menperin.

Kesebelas merek lokal
tersebut, yaitu SPC, Evercoss, Elevate, Advan, Luna, Andromax, Polytron, Mito,
Aldo, Axioo, dan Zyrex.
Produk nasional ini telah memiliki branding kuat untuk pangsa pasar
menengah ke bawah maupun kelas menengah ke atas

“Sebagai bangsa Indonesia, seharusnya kita patut bangga
terhadap produk ponsel yang dihasilkan industri dalam negeri,” tegas Airlangga.

Bahkan, semakin meningkatnya kemampuan daya
saing ponsel nasional, akan menguatkan citra positif dan popularitas produk
tersebut di mata konsumen domestik dan internasional.


(HAP)
 

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Ubah Mood Swing Jadi Mood Sweet, Fres & Natural Tambah Koleksi Baru Cologne dengan Wangi Dessert

Merek perawatan diri dari WINGS Care, Fres & Natural memperkuat deretan inovasi produk dengan meluncurkan varian terbaru Fres &...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img