Selasa, Januari 27, 2026

Inacraft 2019 Ditargetkan Raup Transaksi Penjualan Hingga Rp146 Miliar

Must Read

Moneter.id – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memberikan
apresiasi terhadap penyelenggaraan
pameran Inacraft karena menjadi ajang penting dalam memberikan
kesempatan kepada
para perajin
lo
kal meningkatkan akses
pasar produk kerajinannya sehingga bisa
mendongkrak nilai ekspor.

Kegiatan yang digelar selama 24-28 April 2019 di Plenary Hall,
Jakarta Convention Center (JCC)
ini
akan dihadiri
sekitar 1.300 buyer dari 60
negara
serta terdapat 1.400 booth yang diisi oleh 1.700 perusahaan atau pelaku
usaha.

“Kami
melihat besarnya animo peserta pameran I
nacraft
setiap tahun untuk memperkenalkan produk mereka ke pasar lokal dan mancanegara
,” kata Menteri
Perindustrian Airlangga Hartarto pada pembukaan Pameran Inacraft 2019 di
Jakarta, Rabu (24/4)
.

Airlangga menyebutkan, penyelenggaraan Inacraft tahun ini, menargetkan transaksi
penjualan hingga Rp146 miliar, nilai ekspornya
menembus angka USD13 juta, dan
jumlah pengunjung sebanyak 200.000 orang.

“Apalagi, keunikan Inacraft dengan
pameran lainnya adalah selalu menonjolkan
ikon
daerah tertentu setiap tahun
nya.
Pada 2019, Provinsi DKI Jakarta
menjadi Ikon dengan tema Jakarta Enjoyable
Multicultural Diversities
.
Tahun
ini juga
Inacraft menampilkan
Maroko sebagai Country of Honour
,”
ungkapnya.

Menurut Airlangga, hal tersebut merupakan salah satu
bentuk kerja
sama
sister city antara Jakarta dan
Casablanca.
Dengan
adanya penampilan Country of Honour,
para perajin Indonesia diharapkan
pula dapat
melihat dan belajar dari produk kerajinan
negara
lain serta bisa berkolaborasi untuk
semakin meningkatkan
daya saingnya
,” paparnya.

Pada Inacraft ke-21 ini, Kemenperin menyediakan booth
sosialisasi program Ditjen IKMA berupa Klinik Pengembangan Desain Kemasan dan
Merek dan Klinik Hak Kekayaan Intelektual (HKI). Di booth Klinik Pengembangan
Desain Kemasan, para pengunjung bisa berkonsultasi terkait kemasan yang tepat
untuk produknya.

“Selain itu, mendapatkan ilmu tentang desain merek produk
IKM yang baik, sehingga kualitas produk IKM dapat semakin meningkat, baik dari
segi kemasan, desain, serta labelling,”
ujar
Dirjen
Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Kemenperin Gati WIbawaningsih.

Selain itu, Kemenperin juga memamerkan produk hasil karya
Bali Creative Industri Center (BCIC), dalam hal ini, Ditjen IKMA menginisiasi
kolaborasi yang melibatkan jajaran perancang terkemuka Indonesia sebagai motor
penggerak inovasi, dengan kriyawan terkurasi sebagai penghasil dari kriya
tersebut. Sejak 2015, BCIC menjadi tempat berkumpul para wirausaha dan
inkubator kreatif di bidang fesyen, kriya, dan animasi.

Gati menegaskan, pihaknya terus memacu kreativitas pelaku
usaha dalam mengembangkan desain dan kualitas produknya, sehingga meningkatkan
nilai tambah dan daya saing, sehingga pengusaha kerajinan dapat lebih
meningkatkan eksistensinya baik di kancah nasional maupun internasional.

“Semoga pameran ini dapat memberikan sumbangsih kepada
seluruh peserta untuk meningkatkan produktivitas, mengedukasi dan merangsang
pemahaman mereka dalam hal mempromosikan produk kerajinan secara aktif dan
komprenhensif,” tuturnya.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Hadirkan Saham AS, Kini Diversifikasi Aset Lebih Praktis di Satu Aplikasi Valbury

Perusahaan pialang berjangka, Valbury Asia Futures (Valbury) memulai langkah di awal 2026 ini dengan memperkuat layanan multi aset di...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img