Moneter.id – Perusahaan yang
memproduksi kertas, PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP) menggelar
penawaran umum obligasi berkelanjutan I tahap IV tahun 2021 senilai Rp 3,25
triliun dalam tiga seri.
Seri A senilai Rp 1,08
triliun dilepas dengan tingkat bunga tetap 7,25% per tahun dan berjangka waktu
370 hari. Seri B sebanyak Rp 1,89
triliun dengan tingkat bunga tetap 9,50% dan tenor 3 tahun, dan seri C
menawarkan Rp 277,07 miliar dengan tingkat bunga 10,25% dengan jangka waktu 5
tahun.
“Rencananya dana hasil
emisi tersebut akan digunakan untuk pelunasan pembayaran angsuran utang dan
modal kerja perseroan,” tulis perseroan di Jakarta, Rabu (3/3),
Perseroan juga telah
memperoleh peringkat A+ dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) untuk
surat utang yang bakal dirilis tersebut.
Untuk penjamin,
perseroan telah menunjuk delapan penjamin pelaksana emisi obligasi, antara lain
PT BCA Sekuritas, PT BNI Sekuritas Indonesia, PT Binaartha Sekuritas, PT BRI
Danareksa Sekuritas, PT Maybank Kim Eng Sekuritas, PT Sinarmas Sekuritas, PT
Sucor Sekuritas dan PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk (TRIM).
Indah Kiat akan menyerap
sekitar 60% dana hasil penawaran umum obligasi berkelanjutan I tahap IV tahun
2021 untuk pembayaran angsuran utang perseroan berupa pokok pinjaman dan bunga.
“Sisanya bakal
dimanfaatkan untuk modal kerja yang terdiri ataas pembelian bahan baku, bahan pembantu
produksi, energi dan bahan bakar, barang kemasan serta biaya overhead,”
jelas perseroan.
Penawaran obligasi ini
dijadwalkan berlangsung selama 16 –17 Maret 2021. Sedangkan tanggal penjatahan
pada 19 Maret 2021. Kemudian, distribusi obligasi secara elektronik pada 23
Maret 2021 dan pencatatan obligasi di Bursa Efek Indonesia (BEI) dijadwalkan 24
Maret 2021.
Diketahui, penawaran
umum obligasi berkelanjutan I tahap IV tersebut merupakan bagian dari obligasi
berkelanjutan I Indah Kiat Pulp & Paper dengan total target dana yang
dihimpun senilai Rp 10 triliun.
Perseroan sebelumnya
telah menerbitkan obligasi berkelanjutan I tahap I tahun 2020 dengan jumlah
pokok sebesar Rp 1,39 triliun.
Perseroan juga telah
menawarkan obligasi berkelanjutan I tahap II tahun 2020 sebesar Rp 1,8 triliun
dan obligasi berkelanjutan I tahap III tahun 2020 senilai Rp 3,55 triliun.




