MONETER
– PT Indo Tambangraya Megah Tbk. (ITMG) mencetak laba bersih US$1,2 miliar atau
setara Rp18,2 triliun sepanjang tahun 2022. Raihan itu meningkat dibanding pada
2020 yang meraih US$39,47 juta atau setara dengan Rp554 miliar.
“Emiten batu bara itu juga membukukan peningkatan
75% terhadap pendapatan bersihnya, yakni dari US$2,07 miliar di 2021, menjadi
US$3,63 miliar pada 2022 atau setara Rp55,3 triliun,” tulis keterangan resmi
perseroan, Kamis (23/2/2023).
Anak usaha ITMG Indominco Mandiri (IMM) memberikan
kontribusi US$1,05 miliar terhadap pendapatan bersih ITMG, disusul Trubaindo
Coal Mining (TCM) sebesar US$1,27 miliar.
Kemudian, Bharinto Ekatama sebesar US$1,59 miliar,
Jorong Barutama Greston (JBG) sebesar US$103,91 juta, dan Kitadin sebesar
US$48,5 juta.
Meningkatnya pendapatan ITMG juga turut membuat naik
beban pokok pendapatan menjadi US$1,74 miliar. Beban pokok ini naik 50,12%
dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar US$1,16 miliar.




