Moneter.co.id – PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk
(ICBP) membukukan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik
entitas induk tumbuh 5,4% menjadi Rp 3,8 triliun pada 2017. Marjin laba bersih
sedikit membaik dari 10,5% menjadi 10,7%.
Mengutip laporan keuangan
yang disampaikan ke Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (20/3/2018), hal itu
didorong dari penjualan bersih naik 3,6% menjadi Rp 35,61 triliun pada 2017
dari periode 2016 sebesar Rp 34,38 triliun.
Kontribusi penjualan antara
lain dari divisi mi instan memberikan kontribusi sekitar 64% dari penjualan
bersih perseroan. Diikuti divisi dairy, makanan ringan, penyedap makanan,
nutrisi, dan makanan khusus serta minuman masing-masing beri kontribusi sekitar
20%, 7%, 2%, 2% dan 5%.
Laba usaha ICBP tumbuh 7,4% menjadi Rp 5,22 triliun pada 2017.
Marjin laba usaha meningkat menjadi 14,7% pada 2017 dari periode 2016 14,2%.
Dengan tidak memperhitungkan akun non
recurring dan selisih kurs, core
profit tumbuh 8,6%
menjadi Rp 3,99 triliun pada 2017.
Direktur Utama
PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk, Anthoni Salim mengatakan, meski tingkat
permintaan pada sektor fast moving
consumer goods (FMCG) masih lemah, perseroan dapat terus membukukan
pertumbuhan penjualan dan laba bersih.
Selain itu, perseroan
memperkuat posisi di sebagian besar kategori produksi. Pada 2018, perekonomian
dalam negeri diharapkan bertumbuh. “Kami akan terus menyesuaikan strategi guna
hadapi berbagai tantangan yang mungkin timbul, serta berupaya mempercepat
pertumbuhan dan meningkatkan nilai perusahaan,” ucapnya.
Dalam riset PT
Samuel Sekuritas menyebutkan laba bersih PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk
(ICBP) mencerminkan 97% dan 98% dari estimasi PT Samuel Sekuritas dan konsensus
pada 2017.
Pada penutupan sesi pertama
perdagangan saham, Selasa pekan ini, saham PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk
melemah 1,42% ke posisi Rp 8.700 per saham. Total frekuensi perdagangan saham
611 kali dengan nilai transaksi Rp 14,9 miliar.
(HAP)




