Senin, Maret 2, 2026

Indonesia Akan Dorong Penyelesaian Krisis Harga Kopi Global

Must Read

Moneter.id – Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan
Internasional (Dirjen PPI) Kementerian Perdagangan Iman Pambagyo melaksanakan
kunjungan untuk melakukan konsultasi dengan para pemangku kepentingan kopi di
London, Inggris pada 22
24
Februari 2020.

Dalam kunjungannya ke Kantor Pusat Organisasi
Kopi Internasional,
Imam yang juga menjabat Ketua
Dewan Organisasi Kopi Internasional (International Coffee Organization/ICO)
periode 2019/2020 didampingi Pejabat KBRI London.

Sebagai Ketua Dewan Kopi Internasional,
Dirjen PPI bertemu dengan Direktur Eksekutif/DE ICO, Jose Sette, untuk membahas
agenda Pertemuan Dewan Kopi Internasional ke-126 yang akan dilaksanakan pada 27
April
1 Mei 2020 di London.
Sebagai salah satu negara produsen kopi terbesar di dunia, DE ICO
mengapresiasi, mendukung, dan mengharapkan peran keketuaan Indonesia dalam ICO.

“ICO penting bagi Indonesia dan dalam
pertemuan dewan yang akan dilaksanakan dua kali pada tahun ini, kami ingin
memastikan relevansi ICO dalam mengatasi rendahnya harga dan keberlanjutan kopi
untuk memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi produsen (petani) dan
konsumen kopi global,” ungkap Iman.

Selain itu, dalam rangka mengakomodasi
isu-isu terkini kopi global, juga akan dibahas mengenai revisi International
Coffee Agreement (yang akan habis masa berlakunya pada 2 Februari 2021)
diantaranya untuk lebih mengoptimalkan peran dan kemitraan dengan sektor
swasta.

Krisis harga kopi global yang terus terjadi
selama beberapa tahun terakhir menurunkan pendapatan petani karena tidak cukup
memenuhi biaya produksi yang tinggi. Situasi ini diperparah dengan kondisi
perubahan iklim yang juga mengganggu produksi.

“Sebagai Ketua Dewan, kami akan menegaskan
bahwa kopi merupakan salah satu komoditas pertanian yang menggerakkan roda
ekonomi berbagai negara di dunia termasuk Indonesia, melalui penciptaan
lapangan kerja dan pengentasan kemiskinan. Hal ini sangat terkait dengan
pencapaian Agenda Pembangunan Berkelanjutan yang harus ditopang secara
berimbang oleh tiga pilar, yaitu ekonomi, sosial, dan lingkungan,” kata Iman.

Untuk mengatasi rendahnya harga kopi, ICO
telah membentuk suatu Gugus Tugas kolaborasi antara pemerintah dan swasta.
Direktur Perundingan APEC dan Organisasi Internasional, Kementerian
Perdagangan, Antonius Yudi Triantoro, akan menjadi salah satu Sherpa (wakil)
dalam Gugus Tugas tersebut.

“Keanggotaan Indonesia di Gugus Tugas ICO
untuk mewakili kawasan Asia dan Pasifik mencerminkan kepercayaan anggota ICO
dari wilayah Asia terhadap peran dan kontribusi Indonesia bagi pengembangan
sektor kopi dunia,” jelas Yudi.

Misi Indonesia dalam Gugus Tugas ini adalah membantu ICO dalam mendorong
kerja sama pemerintah dan swasta untuk menghasilkan solusi praktis yang
berdampak langsung bagi kesejahteraan petani dan memastikan peningkatan
produksi dan mutu serta nilai tambah kopi yang berkelanjutan. 

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Sambut Ramadan 2026, Grand Travello Hotel Bekasi Hadirkan Showcase Kuliner dan Paket Spesial

Grand Travello Hotel menggelar Ramadan Showcase 2026 sebagai bentuk komitmen dalam menghadirkan pengalaman berbuka puasa yang berkualitas bagi masyarakat...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img