Minggu, Maret 1, 2026

Indonesia – Aljazair Sepakat Tingkatkan Promosi Dagang dan Investasi

Must Read

Moneter.id – Menteri
Perdagangan RI Enggartiasto Lukita menyatakan, Indonesia dan Aljazair sepakat
mengintensifkan kerja sama di bidang ekonomi, khususnya perdagangan dan
industri, serta investasi karena pertumbuhan dan kerja sama ekonomi selama ini
masih kecil meskipun keduanya mempunyai hubungan historis yang panjang.

Untuk
meningkatkan pertumbuhan ekonomi, Indonesia dan Aljazair dapat saling
memanfaatkan Aljazair sebagai hub di kawasan Afrika Utara dan Indonesia bagi
ASEAN. Investasi yang saling menguntungkan merupakan salah satu sektor yang
akan digarap, di mana Indonesia memiliki kapasitas, dan Aljazair membutuhkan
kemitraan dan pasar.

“Terdapat
beberapa sektor prioritas yang disampaikan Aljazair, yaitu industri pengolahan
pangan dan tekstil. Saya sampaikan bahwa Indonesia memiliki kapasitas dan
meminta pemerintah Aljazair memfasilitasi investasi Indonesia di Aljazair,”
ungkap Mendag Enggar usai melakukan pertemuan bilateral dengan Menteri
Perindustrian dan Pertambangan Aljazair Youcef Yousfi di Aljir, Kamis (22/11).  

Sebelumnya,
Rabu (21/11), Mendag melakukan pertemuan dengan Menteri Perdagangan Aljazair,
Said Djellab. Pertemuan tersebut membahas berbagai upaya Indonesia dan Aljazair
untuk meningkatkan hubungan perdagangan antara kedua negara. Aljazair ingin
belajar dari Indonesia dalam rangka diversifikasi produk nonmigas karena selama
ini terlalu mengandalkan migas.

“Kami
membahas beberapa upaya agar perdagangan nonmigas kedua negara semakin
meningkat. Salah satu langkah pertama adalah promosi dagang yang lebih intensif
maupun kerja sama peningkatan kapasitas UKM,” lanjut Mendag.

Selanjutnya,
Mendag RI juga bertemu dengan Ketua KADIN Aljazair, Mohamed Laid Benamor, yang
merupakan salah satu pelaku usaha ternama di Aljazair. Kalangan bisnis kedua
negara belum memahami potensi ekonomi yang dapat ditawarkan kedua negara.

 Namun, Mendag Enggar yakin bahwa ekonomi
Indonesia dan Aljazair bersifat saling melengkapi dan memiliki banyak hal yang
dapat saling ditawarkan untuk berkolaborasi.

Lebih jauh,
Mendag Enggar mengatakan bahwa dirinya bersama Ketua KADIN Aljazair sepakat
untuk mendorong promosi dagang kedua pihak. Mendag lebih lanjut mengundang para
pelaku usaha Aljazair bersama Mendag Aljazair untuk menghadiri forum bisnis,
pameran, serta mengunjungi industri unggulan Indonesia pada saat pelaksanaan
Trade Expo Indonesia.

“Saya
mengundang Mendag dan Menperintam Aljazair untuk berkunjung ke Indonesia,
saling mengenal produk, belajar satu sama lain, dan jika nantinya terdapat
minat untuk kemitraan investasi, akan diatur kunjungan ke pabrik,” lanjut
Mendag.

Di benua
Afrika, Aljazair menempati urutan ke-6 sebagai negara tujuan ekspor Indonesia
dan urutan ke-4 sebagai negara asal impor pada tahun 2017. Untuk perdagangan
Indonesia dengan dunia, Aljazair menempati urutan ke-46 sebagai negara tujuan
ekspor Indonesia dan urutan ke41 sebagai negara sumber impor Indonesia.

“Indonesia
mengharapkan Pemerintah Aljazair dapat memberikan kemudahan dan kepastian untuk
perusahaan-perusahaan Indonesia yang telah dan akan berinvestasi di Aljazair.
Hal ini sangat penting untuk mendorong ekspor produk jadi maupun bahan baku
Indonesia ke Aljazair serta pengiriman tenaga kerja profesional Indonesia ke
Aljazair. Bahan baku tersebut akan diolah di Aljazair,” ujar Enggar.

Enggar
mengungkapkan, saat ini, perusahaan Indonesia yang telah berinvestasi di
Aljazair adalah Pertamina dan Wijaya Karya, sementara Indofood sedang menjajaki
rencana pembukaan pabrik di Aljazair sebagai hub di pasar Afrika Utara.

“Saya meminta
dukungan Mendag dan Menperintam Aljazair agar memberikan perhatian khusus bagi
para investor Indonesia sehingga proses berjalan lancar, karena pada akhirnya
investasi akan mengikuti perningkatan perdagangan,” tutup Mendag.

Direktur
Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional Iman Pambagyo optimistis kedua
negara dapat meningkatkan perdagangan bilateral yang saling menguntungkan.

“Aljazair
dapat menjadi mitra ekonomi strategis bagi Indonesia untuk memasuki pasar
Afrika dan Eropa Selatan, sementara Indonesia dapat menjadi pintu bagi Aljazair
untuk memasuki pasar ASEAN dan RCEP di masa yang akan datang,” ungkapnya.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Sambut Ramadan 2026, Grand Travello Hotel Bekasi Hadirkan Showcase Kuliner dan Paket Spesial

Grand Travello Hotel menggelar Ramadan Showcase 2026 sebagai bentuk komitmen dalam menghadirkan pengalaman berbuka puasa yang berkualitas bagi masyarakat...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img