Moneter.id – Setelah
menyelesaikan General Review
Indonesia-Japan Economic Partnership Agreement (GR-IJEPA), Indonesia dan
Jepang sepakat melanjutkan negosiasi protokol amandemen dengan target penyelesaian
akhir 2019.
Hal ini
ditegaskan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita saat mendampingi Presiden
Joko Widodo bertemu Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe di sela Konferensi
Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Osaka, Jepang, pada Jumat (28/6).
Pada
pertemuan tersebut, kedua pemimpin negara meminta para delegasi menyelesaikan
protokol amandemen sesuai hasil rekomendasi. Selain itu, kedua pemimpin
berkomitmen menyelesaikan perundingan Regional Comprehensive Economic
Partnership (RCEP) pada 2019.
“Konfirmasi penyelesaian GR-IJEPA oleh pemimpin
kedua negara merupakan hal yang sangat penting dan simbolis bagi hubungan perdagangan. Oleh karena itu, saya sangat senang
sekaligus bangga bahwa kedua Pemimpin, di tengah kesibukan menghadiri KTT G20
memberikan konfirmasi bahwa GR-IJEPA telah selesai,” ujar Mendag.
Mendag
menyampaikan, kedua negara telah menyepakati pengumuman penyelesaian GR-IJEPA
akhir Juni 2019 dengan menghasilkan beberapa rekomendasi. Bagi Indonesia
penyelesaian GR-IJEPA menunjukkan semakin pentingnya negara-negara di dunia
untuk saling mempererat hubungan ekonomi mereka di tengah-tengah friksi dagang
yang dihadapi dunia saat ini.
Mendag
mengungkapkan, GR-IJEPA mencakup isu-isu perdagangan barang, perdagangan jasa,
investasi, pergerakan tenaga kerja (MNP), kerja sama, pengadaan barang/jasa
pemerintah, ketentuan asal barang, perbaikan iklim berusaha, dan kekayaan
intelektual.
Menurut
Mendag, cakupan perjanjian yang komprehensif menunjukkan bahwa kedua negara
memiliki tekad bersama untuk mengangkat hubungan ekonomi ke jenjang yang lebih
tinggi. Hal ini akan mendorong proses modernisasi perekonomian Indonesia dan
Jepang, mengingat kedua negara dapat saling melengkapi sehingga dapat menjadi
mitra yang saling menguntungkan.
“Selain akses pasar di bidang barang dan jasa,
salah satu manfaat yang ingin dicapai dari IJEPA adalah kerja sama sektor
industri melalui New Manufacturing Industry Development Center (New MIDEC).
Misalnya di bidang otomotif, elektronik, industri makanan minuman, tekstil,
serta program lainnya yang saling menguntungkan,” terang Mendag.
Direktur
Perundingan Bilateral, selaku Alternate Ketua Perunding Indonesia untuk
GR-IJEPA Ni Made Ayu Marthini menambahkan, delegasi Indonesia dan Jepang
berkomitmen menyelesaikan perubahan protokol hasil peninjauan sebelum akhir
2019.
“Delegasi kedua negara berkomitmen untuk
menyelesaikan amandemen protokol tahun ini karena telah ditunggu oleh para
pelaku usaha kedua negara untuk mendorong perdagangan dan investasi antara
Jepang dan Indonesia,” pungkas
Mendag.




