Kamis, Maret 5, 2026

Indonesia Raup USD 4,1 Miliar di CIIE 2019 Shanghai

Must Read

Moneter.id – Indonesia
pada
gelaran The
2nd China International Import Expo (CIIE) 2019
di Shanghai, Tiongkok pada
5
10 November 2019 membukukan
nilai transaksi sebesar USD 4,1 miliar. Capaian transaksi ini berasal dari
kegiatan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) untuk produk biji plastik daur
ulang, sarang burung walet, oleo chemical, serta batu bara.

“Perolehan
tersebut menunjukkan peluang pasar Tiongkok masih terbuka lebar. Selain itu,
nilai tersebut masih ada kemungkinan untuk bertambah,” kata Direktur Jenderal
Pengembangan Ekspor Nasional Dody Edward
di siaran pers yang diterima, Selasa (12/11).

Dody
menyampaikan, terdapat potensi transaksi dagang yang masih ditindaklanjuti
untuk produk biskuit, kopi, jus, sarang burung walet, produk turunan kelapa
sawit, dan biji plastik daur ulang. Selain itu, terdapat penandatanganan MoU
untuk proyek investasi dari Tiongkok.

Pada pertemuan China
Coal Import Summit (CCIS) 2019 di Shanghai, Tiongkok pada Sabtu (9/11)
, Dody
mengatakan, e
kspor
batu bara Indonesia ke Tiongkok berpeluang untuk terus ditingkatkan, mengingat
masih banyak potensi sumber daya yang masih dapat dikelola.

Indonesia
merupakan negara yang kaya akan sumber daya alam dan terus menjadi pemain
penting dalam industri pertambangan global dengan produk utama batu bara,
tembaga, emas, timah, bauksit, dan nikel. Indonesia menjadi salah satu penghasil
batu bara terbesar di dunia
,”papar Dody.

Sementara,
Tiongkok adalah tujuan utama ekspor batu bara Indonesia. Ekspor batu bara
Indonesia ke Tiongkok terus meningkat selama dua tahun terakhir dan memiliki
potensi untuk tumbuh.

Pada
2018, ekspor batu bara ke Tiongkok mencapai USD 6 miliar dengan pangsa hampir
25 persen dari total ekspor Indonesia ke dunia.

“Sebagai
mitra utama dalam perdagangan batu bara Indonesia, Tiongkok diharapkan dapat
berinvestasi dalam pengembangan teknologi batu bara bersih yang akan diterapkan
di Indonesia. Indonesia akan melanjutkan reformasi perdagangan dan investasi
untuk menjadi lebih terintegrasi ke dalam ekonomi dunia,” terang Dody.

Tiongkok
merupakan mitra dagang terbesar Indonesia selama delapan tahun terakhir. Pada
2018, total perdagangan kedua negara mencapai USD 72,6 miliar. Ekspor Indonesia
ke Tiongkok tercatat sebesar USD 27,1 miliar.

Produk
ekspor utama Indonesia ke Tiongkok adalah gas bumi, batu bara, minyak kelapa
sawit, dan bubur kayu. Sementara produk impor Indonesia dari Tiongkok adalah
adalah produk elektronik, bawang putih, mesin, besi, dan baja.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

2.280 Ton Beras Premium RI Mulai Dikirim ke Arab Saudi

Pemerintah resmi melepas ekspor perdana beras Cadangan Beras Pemerintah (CBP) Premium sebanyak kurang lebih 2.280 ton ke Arab Saudi....
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img