Moneter.id
–
Indonesia dan Tiongkok menandatangani Letter
of Intent (LOI) pembelian untuk produk sarang burung walet senilai USD 150
juta atau senilai Rp2,2 triliun yang akan dilakukan pada 2021.
LOI ini ditandatangani Atase Perdagangan (Atdag)
Beijing, Marina Novira dan General Manager of Production Center dari Xiamen Yan
Palace Seelong Food Co., Ltd, Huang Danyan dan disaksikan Duta Besar RI untuk
Tiongkok, Djauhari Oratmangun dan Chairman Xiamen Yan Palace Seelong Food,
Huang Jian pada 28 Oktober 2020 lalu.
Xiamen Yan Palace Seelong Food Co., Ltd, merupakan
perusahaan importir dan pabrik pengolahan sarang burung walet yang menggunakan
100 persen produknya dari Indonesia.
“Diharapkan seluruh perwakilan perdagangan di luar
negeri dapat semakin aktif dalam mempromosikan produk Indonesia yang dapat
meningkatkan nilai ekspor,” ujar Menteri Perdagangan Agus Suparmanto.
Sementara itu, Marina menyampaikan, melalui LOI ini
diharapkan dapat meningkatkan kinerja ekspor nonmigas. “Dengan LOI ini
diharapkan nilai ekspor produk sarang burung walet Indonesia akan meningkat dan
dapat memberikan kontribusi terhadap kinerja ekspor nonmigas nasional. Hal ini
mengingat Indonesia merupakan produsen sarang burung walet terbesar di dunia,
sedangkan Tiongkok merupakan konsumen sarang burung walet terbesar di dunia,”
ujar Marina.
Marina menjelaskan, saat ini baru ada 23 perusahaan
sarang perusahaan sarang burung walet yang terdaftar di Bea Cukai Tiongkok dan
secara resmi dapat mengekspor produknya ke Tiongkok.
Selain itu, lanjutnya, ada 13 perusahaan terdaftar
yang telah diinspeksi Bea Cukai Tiongkok pada Desember 2019 terkait permohonan
izin peningkatan kapasitas volume ekspor.
“Untuk itu, kami masih membahas secara intensif dengan
Pemerintah Tiongkok proses inspeksi dapat segera selesai sehingga nilai ekspor
produk sarang burung walet dapat bertambah mengingat tingginya permintaan
terhadap komodtias terebut di Tiongkok,” ungkap Marina.
“Saya berharap kerja sama ini dapat terus ditingkatkan
oleh kedua negara karena saya percaya, masyarakat Tiongkok sangat menyukai ‘the
Caviar of the East’ dari Indonesia ini,” ungkap Dubes Djauhari.
Pada periode Januari-Agustus 2020, Tiongkok mengimpor
USD 275,7 juta sarang burung walet dari dunia. Dari jumlah tersebut, sebanyak
73,7 persen impornya berasal dari Indonesia dengan total nilai sebesar USD 203
juta.
Impor Tiongkok terhadap
sarang burung walet pada periode tersebut tercatat meningkat 90,3 persen
dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.




