Moneter.id – PT Indosat Tbk (ISAT) mencatatkan rugi
bersih Rp605,6 miliar di kuartal I/2020. Angka ini meningkat 107% dibanding
priode yang sama tahun lalu membukukan laba bersih Rp292,5 miliar.
“Hal ini berbalik dengan perolehan pendapatan bersih
Indosat kuartal I/2020 sebesarRp6,52 triliun atau naik 7,9% dibanding akhir
Maret 2019 yang tercatat Rp6,046 triliun,” tulis perseroan dalam laporan
keuangan yang dirilis di Jakarta, Kamis (30/4/2020).
Namun, dijelaskan, beban usaha sebesar Rp6,32 triliun
atau naik 8,9% dibanding akhir Maret 2019 sebesar Rp5,8 triliun. Hal itu
disebabkan beban karyawan meningkat 141,9% dari Rp369 miliar menjadi Rp893,
miliar.
Ditambah, perseroan mengalami rugi selisih nilai tukar
atau kurs sebesar Rp147,5 miliar, bandingkan dengan periode yang sama tahun
lalu tercatat untung kurs Rp16,4 miliar.
Perseoan juga menjelaskan, pada kuartal I/2020 terjadi
penurunan pelanggan sebesar 5,3% dibandingkan kuartal I/2019, sebagai akibat
lebih rendahnya gross add dan tingkat
churn yang lebih tinggi pada segmen
pelanggan low value.
Per tanggal 31 Maret 2020, perseroan memiliki utang pokok
(sebelum biaya transaksi yang belum diamortisasi dan liabilitas sewa) sebesar
Rp20,467triliun.
Sedangkan posisi kas perusahaan per tanggal 31 Maret
2020 adalah sebesar Rp5,161 triliun. Tahun ini, perseroan masih menunggu
rampungnya pembangunan Palapa Ring sebelum mendalami daerah timur Indonesia,
seperti Maluku dan Papua.




