Minggu, Maret 1, 2026

Industri Manufaktur Harus Manfaatkan Teknologi

Must Read

Moneter.id – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mendorong industri
manufaktur di Indonesia untuk memanfaatkan teknologi terkini agar mampu
menciptakan inovasi.
Adapun lima
teknologi utama yang menopang pembangunan sistem industri 4.0, yaitu
Internet
of Things
, Artificial Intelligence, Human–Machine Interface, teknologi robotik dan sensor, serta
teknologi 3D

Printing.

“Jadi,
dengan implementasi industri 4.0, sektor
manufaktur dapat meningkatkan produktivitas dan mendukung diversifikasi
produk. Hal ini tentunya sejalan terhadap kebijakan hilirisasi dalam upaya
menciptakan nilai tambah tinggi di dalam negeri,”
Menteri Perindustrian Airlangga
Hartarto di Jakarta, Sabtu (9/2)
.

Merujuk data
Badan Pusat Statistik, pertumbuhan produksi industri manufaktur skala besar dan
sedang pada tahun 2018 mengalami peningkatan sebesar 4,07
% dibanding tahun 2017. Kenaikan tersebut terutama
disebabkan terdongkraknya produksi industri kulit, barang dari kulit dan alas
kaki, yang naik 18,78
%.

Selanjutnya,
pertumbuhan produksi industri manufaktur besar dan sedang di triwulan IV
/2018 naik sebesar 3,90% (yoy)
terhadap triwulan IV
/2017.
Lonjakan ini terjadi disebabkan oleh meningkatnya produksi industri minuman
yang mencapai 23,44
%.

Sementara
itu,
pertumbuhan
produksi industri mikro dan kecil (IMK) naik hingga 5,66
% dibandingkan tahun 2017.
Lonjakan ini disebabkan meningkatnya produksi industri percetakan dan
reproduksi media rekaman yang mencapai 21,73
%.

Adapun
jenis-jenis industri manufaktur mikro dan kecil yang mengalami kenaikan
tertinggi pada

2018 meliputi industri pencetakan
dan reproduksi media rekaman yang naik
21,73% dibandingkan tahun 2017.

Kemudian,
industri bahan kimia dan barang dari bahan kimia naik 17,91
%, industri peralatan listrik
naik 15,02
%,
industri logam dasar naik 13,42
%,
serta jasa reparasi dan pemasangan mesin dan peralatan naik 12,72
%.

Menurut
Airlangga, digitalisasi mendorong pengembangan pabrik masa depan di era
industri 4.0 atau Future Factory 4.0. Ini menjadi inisiatif yang bertujuan
membantu perusahaan-perusahaan manufaktur, termasuk industri kecil dan menengah
(IKM), untuk beradaptasi dengan tekanan persaingan global dan perkembangan
teknologi terbaru.

“Inisiatif
ini akan membantu industri untuk memenuhi permintaan konsumen global yang
meningkat terhadap produk yang lebih ramah lingkungan, lebih sesuai dan lebih
berkualitas melalui transisi industri dengan lebih sedikit limbah dan
penggunaan sumber daya yang lebih baik,” papar Menperin.

Guna
memaksimalkan pemanfaatan teknologi terkini, perlu mengidentifikasi keterampilan
baru yang dibutuhkan serta mendukung upaya peningkatan kemampuan dan pendidikan
SDM industri. Untuk itu, pemerintah berkomitmen menyiapkan formulasi percepatan
penerapan industri 4.0 melalui insentif pajak (untuk sektor yang berinvestasi
di penelitian dan pengembangan teknologi), pelatihan manajer dan ahli,
fasilitas untuk IKM, program percontohan, dan pendirian pusat inovasi industri
4.0.

“Kami
optimis, melalui 10 program prioritas nasional yang ada di Making Indonesia 4.0,
akan mencapai aspirasi besarnya untuk menjadikan Indonesia masuk dalam jajaran
10 negara yang memiliki perekonomian terkuat di dunia pada tahun 2030,” tandasnya.


- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Sambut Ramadan 2026, Grand Travello Hotel Bekasi Hadirkan Showcase Kuliner dan Paket Spesial

Grand Travello Hotel menggelar Ramadan Showcase 2026 sebagai bentuk komitmen dalam menghadirkan pengalaman berbuka puasa yang berkualitas bagi masyarakat...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img