Sabtu, Maret 14, 2026

Industri Spa Indonesia Berpotensi Menangkan Persaingan Pasar Internasional

Must Read

Moneter.id – Ketua
Yayasan Pariwisata Spa Indonesia (YPSI) Trisya Suherman dalam Forum Koordinasi
Sertifikasi Usaha Pariwisata di Hotel Sol Marina Tangerang, Banten Senin
(22/7/2019), mengatakan potensial industri spa Indonesia sangat besar termasuk
tenaga kerja spa di Tanah Air yang sudah dikenal kualitasnya di berbagai
negara.

Manpower dan rempah-rempah Indonesia
salah satu yang luar biasa dan terkenal bersama dengan Thailand, Filipina,
Jepang, dan China. Bahkan di berbagai hotel di Maldives, terapis spa banyak
yang berasal dari Indonesia,” kata Trisya diketerangan resminya di Jakarta,
Senin (22/7).

Trisya mengatakan,
YPSI bekerja sama dengan Kementerian Pariwisata akan menyelenggarakan kegiatan
“Spa & Wellness Tourism Award 2019 Indonesia” pada September 2019 bagi
pelaku usaha industri spa, profesional spa, dan pemilihan duta spa.

“Salah
satu tolak ukur untuk bisa go internasional adalah membuat awards dan pemilihan duta wisata spa. Para pelaku industri dan
terapis ini akan merasa bangga saat menerima penghargaan ini dan penghargaan
ini sangat subjektif dan tidak bisa diperjualbelikan,” katanya.

Spa
& Wellness Tourism Award 2019 Indonesia akan memberikan penghargaan untuk 5
kategori profesi, 17 kategori industri, dan 3 untuk duta spa Indonesia.

Pembina
YPSI Annie Savitri mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk memberikan
pemahaman dan standarisasi pengelolaan industri di bidang spa. Selain itu untuk
meningkatkan kualitas daya saing tenaga kerja bidang terapis spa dan
meningkatkan kompetensi sertifikasi dan juga agar para terapis SPA untuk
memahami pentingnya profesional dan legalitas.

“Daya
saing industri pariwisata ditentukan oleh kualitas industri dan kualitas SDM
yang didasarkan pada standar usaha pariwisata dan SDM pariwisata melalui
kualifikasi okupansi nasional,” kata Annie.

Annie
juga mengatakan industri spa di Indonesia masih berkesan negatif terkecuali di
Bali yang sudah menerapkan konsep dan standarisasi yang tepat. Untuk itu
melalui kegiatan ini, pihaknya berharap kesan negatif tentang spa bisa diubah
dengan tepat.

“Spa ini
masuk dalam 13 bidang industri pariwisata. Standar usahanya diatur sesuai
dengan Permenparekraf Nomor 24 Tahun 2014 dimana produk spa memiliki 8 standar
pengelolaan spa di dalamnya. Ini yang ingin kita ubah citra itu. Dan Indonesia
sangat memungkinkan untuk mengekspor terapis ke negara lain,” katanya.

Kepala
Dinas Pariwisata Banten Eneng Nurcahyati menambahkan, industri spa ini harus
mendapat perhatian penting dari semua pihak, termasuk pemberian kebijakan di
pemerintah daerah terutama untuk para pelaku Industri spa di Banten disarankan
untuk mengambil kesempatan tersebut.

“Ini
untuk pembelajaran, pelaku juga secara kelembagaan disertifikasi dan SDM-nya
juga agar memiliki daya saing. Oleh karenanya, dengan pemberian penghargaan
maka menjadi terobosan baru untuk mendongkrak kunjungan wisatawan dari sisi
ekonomi daerah dengan membuka peluang kerja bagi mayarakat,” kata Eneng.

Selain
itu kegiatan ini juga bertujuan dalam rangka berlakunya Masyarakat Ekonomi
ASEAN (MEA) untuk siap bersaing dengan tenaga kerja asing. Kompetensi
sertifikasi yang dimiliki dapat menjadi bekal secara profesional dan bentuk
pengakuan diri.

Menteri
Pariwisata Arief Yahya juga mengakui bila Indonesia memiliki potensi SDM yang
luar biasa di sektor pariwisata. Terlebih pemerintah tengah mendorong
pariwisata menjadi salah satu sektor unggulan Tanah Air.

“Pariwisata
kita sedang jadi pembicaraan dunia karena tingkat pertumbuhan, peluang tenaga
kerja, dan devisa bagi negara jumlahnya luar biasa signifikan,” kata Menpar
Arief Yahya.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Jumlah Pemegang Saham LAPD Naik Signifikan, Seiring Masuknya Pengendali Baru

Jumlah pemegang saham PT Leyand International Tbk tercatat mengalami peningkatan signifikan dalam beberapa waktu terakhir. Kenaikan ini terjadi seiring...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img