Jumat, Maret 6, 2026

Ini Jurus Kemenperin Wujudkan Indonesia Jadi Kiblat Fesyen Muslim Dunia Tahun 2020

Must Read

Moneter.id – Kementerian
Perindustrian (Kemenperin) terus berupaya mewujudkan visi Indonesia untuk
menjadi kiblat fesyen muslim dunia pada tahun 2020. Peluang besar ini perlu
diakselerasi dengan cara meningkatkan daya saing industri fesyen di dalam
negeri mulai dari sektor hulu sampai hilir.

Kemenperin
memiliki strategi untuk
memajukan
industri fesyen
muslim nasional
, yakni
dengan
cara memasukkan unsur kearifan lokal dengan kekayaan budaya yang kita miliki, serta memacu kreativitas para pengrajin dalam menuangkan corak pada produk fesyen
muslim nasional
,” kata
Dirjen Industri Kecil dan Menengah (IKM) Gati Wibawaningsih di Jakarta, Jumat
(8/6).

Untuk itu,
Kemenperin memberikan apresiasi terhadap penyelenggaraan Ramadan Runway 2018 yang
dilaksanakan rutin setiap tahun oleh Asosiasi Perancang Pengusaha Mode
Indonesia (APPMI) guna mempromosikan industri fesyen nasional, termasuk produk
busana muslim yang mampu berkontribusi signifikan terhadap perekonomian.

“Salah satu
ajang pameran fesyen busana muslim terbesar di Indonesia ini melibatkan lebih
dari 70 brand pilihan dari seluruh
Indonesia yang akan menjadi referensi para pecinta fesyen tentang tren mode
busana muslim ke depannya,” ungkap Gati.

Menurut Gati,
warisan budaya merupakan sumber inspirasi untuk menghasilkan produk–produk
inovatif baru yang bernilai tambah dan berdaya saing tinggi, termasuk di sektor
industri fesyen yang harapannya dapat menjadi salah satu referensi tren mode di
dunia.

Mengenai
potensi di sektor industri fesyen muslim, Indonesia menjadi salah satu dari
tiga besar negara anggota Organisasi Kerja Sama Negara Islam (OKI) sebagai
pengekspor produk fesyen muslim terbesar di dunia, setelah Bangladesh dan
Turki. Indonesia mampu mencatatkan nilai ekspor produk fesyen muslim hingga
USD12,23 miliar pada tahun lalu.

“Pada tahun
2016
, pasar
fesyen muslim
di dunia
mencapai
USD254 miliar
dan
diprediksi pada 2022 akan mengalami pertumbuhan pasar sebesar 6,6 persen sehingga menjadi USD373
miliar.
Ini yang menjadi
peluang
besar bagi Indonesia untuk menguasai pasar fesyen muslim di dunia,” papar Gati.

Apalagi, lanjut
Gati, Indonesia sebagai salah satu negara dengan jumlah penduduk muslim
terbesar di dunia. “Langkah
mengintegrasikan sektor
hulu
sampai hilir
dalam memajukan industri
busana muslim
nasional
, di antaranya adalah melalui kemitraan
desainer dengan pelaku IKM fesyen,” ucapnya.

“Kami pun
akan terus mendorong terciptanya ekosistem bisnis di industri fesyen muslim
nasional. Selain itu, memfasilitasi desainer kita ikut serta di berbagai
pameran dan fashion show baik di
dalam maupun luar negeri, sehingga visi Indonesia menjadi kiblat fesyen muslim
dunia dapat terwujud,” tuturnya.

Selama ini pemerintah gencar mendorong industri fesyen
di dalam negeri untuk terus meningkatkan market
share
Indonesia di pasar internasional. Oleh karena itu, a
gar mampu
bersaing di kancah global, pemerintah terus berupaya
memacu
pertumbuhan industri fesyen dengan
meningkatkan
kompetensi sumber daya manusia.

“Pemerintah mendorong peningkatan kompetensi SDM melalui
program pendidikan vokasi industri fesyen yang tersertifikasi.
Selain itu, kami melakukan
penumbuhan wirausaha baru, fasilitasi kemudahan KUR, restrukturisasi
mesin dan peralatan, fasilitasi
promosi, pendampingan tenaga ahli desain, serta penguatan branding
produk
fesyen untuk meningkatkan kecintaan konsumen pada produk dalam negeri,” tegas
Gati.

 

 

 (TOP)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Meroket Setahun Terakhir, Nasabah Bank Emas Tembus 5,7 Juta Orang

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan bahwa jumlah nasabah bank emas atau bullion bank mengalami kenaikan yang...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img