Jumat, Maret 6, 2026

Ini Penyebab Neraca Perdagangan Nonmigas Agustus 2018 Naik 3,43 Persen

Must Read

Moneter.id – Ekspor nonmigas Indonesia bulan Agustus 2018 tercatat
sebesar USD 14,43 miliar, atau meningkat 3,43 persen dibanding bulan yang sama
tahun sebelumnya (YoY). Dengan nilai impor nonmigas sebesar USD 13,79 miliar,
maka neraca perdagangan nonmigas Indonesia pada periode Agustus 2018 mencatat
surplus sebesar USD 639,60 juta.

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan, penguatan
nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) memberi insentif secara tidak langsung
bagi eksportir untuk meningkatkan volume ekspor mereka.

“Kinerja ekspor bulan Agustus 2018 terbantu oleh
peningkatan dolar AS atas rupiah. Sehingga, neraca perdagangan nonmigas masih
terjaga tetap surplus meski terdapat tekanan di sisi yang lain,” ujar Menteri Enggar
disiaran persnya, Rabu (3/10).

Ia menjelaskan, nilai ekspor pada periode kali ini adalah
imbas menguatnya nilai tukar dolar AS terhadap rupiah dan tekanan akibat perang
dagang antara AS dan China.

Mendag Enggar menyampaikan, secara kumulatif ekspor
nonmigas Januari–Agustus 2018 mencapai USD 108,69 miliar. Nilai ini tumbuh 10%
dibanding periode yang sama tahun 2017 (YoY) yang sebesar USD 98,79 miliar.

Ia optimistis target pertumbuhan ekspor nonmigas 11%
untuk tahun 2018 dapat dicapai meski terdapat kontraksi perdagangan di awal
paruh kedua tahun ini.

Beberapa komoditas utama ekspor nonmigas yang
berkontribusi terbesar terhadap peningkatan ekspor Januari–Agustus 2018 adalah
bijih, kerak, dan abu logam (HS 26); besi dan baja (HS 72); berbagai produk
kimia (HS 38); bahan bakar mineral (HS 27) dan kertas/karton (HS 48). Kenaikan
ekspor beberapa komoditas tersebut disebabkan penguatan harga ekspor.
Menguatnya harga ekspor terindikasi dari kenaikan nilai ekspor yang lebih besar
dari kenaikan volumenya.

Lebih jauh, Mendag Enggar menyampaikan peningkatan ekspor
ke beberapa negara mitra dagang berkontribusi signifikan terhadap pertumbuhan
ekspor nonmigas Januari–Agustus 2018. Ekspor ke beberapa negara yang diprediksi
mencapai target ekspor nonmigas 2018 antara lain RRT yang mengalami pertumbuhan
ekspor nonmigas pada periode Jan–Ags 2018 sebesar 30,63% (YoY), Jepang (20,39%)
dan Korsel (15,57%). Naiknya ekspor ke negara-negara ini didukung oleh
peningkatan permintaan pasar dalam negeri mereka.

Sebagai respons langsung atas penguatan nilai dolar AS,
terjadi perlambatan kinerja impor di bulan Agustus 2018 ini. Total impor bulan
Agustus 2018 mencapai USD 16,84 miliar, atau turun 8,0% dari Juli 2018 (MoM)
yang sebesar USD 18,29 miliar. Dibanding Juli 2018, impor nonmigas Agustus 2018
turun 11,79% sedangkan impor migas naik 14,50%.

“Bahwa secara kumulatif total impor Januari–Agustus 2018
mencapai USD 124,19 miliar, atau naik 24,5% dari periode yang sama tahun
sebelumnya. Peningkatan nilai impor tersebut didorong oleh kenaikan impor
seluruh klasifikasi barang. Barang modal naik 29,2%, bahan baku/penolong naik
23,2%, serta barang konsumsi naik 27,4% (YoY),” ucap Mendag.

Sementara itu, barang konsumsi yang impornya meningkat
signifikan antara lain adalah alat angkutan bukan untuk industri, barang
konsumsi tidak tahan lama, serta makanan dan minuman olahan untuk rumah tangga.
Sedangkan untuk barang modal, yang impornya naik adalah alat angkutan untuk
industri dan barang modal bukan berupa alat angkutan.

Informasi saja, Kementerian Perdagangan bekerja sama
dengan Kementerian Keuangan dan Kementerian Perindustrian telah meluncurkan
kebijakan pengenaan pajak penghasilan (PPh) terhadap barang impor yang sudah
ada substitusinya di dalam negeri.

Kebijakan kenaikan PPh terhadap produk impor mulai 12
September 2018 diharapkan dapat mengurangi defisit atau bahkan mencapai surplus
neraca perdagangan 2018. Pengenaan PPh bertujuan untuk mengurangi impor
barangbarang konsumsi yang sudah memiliki produk substitusi di dalam negeri.

 

(TOP)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Stockbit dan Bibit Catatkan Pertumbuhan yang Solid di Pasar Modal Indonesia

Di tengah lanskap startup Indonesia yang semakin kompetitif dan penuh dinamika dewasa ini, tidak banyak perusahaan teknologi finansial Tanah...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img