Moneter.co.id – Saat seorang pria melamar wanita
pujaan hatinya adalah momen yang paling ditunggu-tunggu kaum wanita. Namun,
pahamkah Anda terpikir sejak kapan prosesi pria melamar wanita
ada?
Dilansir dari thelist.com, Senin (30/10), berikut ini adalah
sejarah mengapa pria melamar wanita:
1. Sejarah Pernikahan
Pernikahan
dimulai sejak Zaman Batu, sebagai sarana untuk membangun kelompok, serta
mengatur kelompok yang berbeda. Pernikahan berbicara tentang kebutuhan kelompok
yang lebih besar, mengubah orang asing menjadi keluarga.
Sampai
akhirnya pernikahan menjadi transaksi ekonomi dan politik, yang berarti
menemukan pasangan pria yang baik adalah bentuk investasi penting bagi kaum
wanita.
Barulah pada abad ke 18, pernikahan didasarkan pada pasangan yang
saling mencintai.
2. Wanita Dianggap Sebagai
Kepemilikan
Selama berabad-abad lamanya, wanita diperlakukan seperti properti, dipindahkan
dari keluarga satu ke keluarga lainnya saat prosesi lamaran hingga pernikahan
berlangsung. Pada zaman dahulu, wanita menikah untuk menyelesaikan atau
membayar hutang.
3. Wanita Terlalu Emosional untuk
Memilih Pasangan
Sejak
lama wanita dianggap terlalu emosional dan tidak masuk akal untuk dipercaya
untuk memilih suami yang baik. Inilah mengapa kaum pria dianggap sebagai
pengambil keputusan yang lebih rasional dan berkepala dingin, serta pihak yang
paling mungkin untuk melamar terlebih
dahulu.
4. Pria Sebagai Penyedia Kebutuhan
Seiring
dengan berkembangnya pengertian pernikahan karena cinta, pria dianggap sebagai
penyedia kebutuhan dan wanita adalah pengasuh, sekaligus penerima manfaat dari
pekerjaan pria tersebut. Karena inilah, waktu yang tepat untuk pria
melamar seorang wanita seringkali disesuaikan dengan kematangannya secara
finansial.
5. Kesulitan Pernikahan Modern
Seorang pria tahu dirinya sangat mencintai pasangannya, ekspresif secara
emosional, dan ingin menikah. Sayangnya, banyak pria saat ini memilih untuk
tidak terikat.
Sedangkan,
tekanan budaya bagi wanita membuatnya sangat ingin dilamar. Faktanya, norma
melamar dalam masyarakat modern ini telah banyak bergeser.




