Senin, Maret 2, 2026

Intiland Raup Marketing Sales Rp 3,37 Triliun di 2017

Must Read

Moneter.co.id – PT Intiland Development Tbk (DILD) berhasil meraih
pendapatan penjualan (
marketing
sales
) sebesar Rp3,37 triliun di sepanjang tahun 2017. Nilai
perolehan tersebut meningkat sebesar 106,3% dari perolehan 
marketing sales tahun sebelumnya
yang mencapai Rp1,63 triliun.

Direktur
Pengelolaan Modal dan Investasi Intiland Archied Noto Pradono mengatakan, bahwa
perolehan marketing sales tersebut
lebih tinggi sebesar 46% dari target tahunan senilai Rp2,3 triliun.

Lonjakan tersebut terutama disebabkan oleh kesuksesan
perseroan meluncurkan proyek kawasan terpadu Fifty Seven Promenade, Jakarta
pada triwulan III/2017 dan penjualan lahan di kawasan Industri Ngoro Industrial
Park.

“Kedua
proyek ini memberikan kontribusi signifikan bagi peningkatan marketing sales Intiland.
Fifty Seven Promenade memberikan marketing
sales
 Rp1,54 triliun, atau memberikan kontribusi sebesar 45,6%,”
kata Archied di Jakarta, Rabu (31/01).

Sedangkan penjualan lahan industri dari Ngoro Industrial
Park, lanjut Archied, tercatat sebesar Rp531 miliar atau 15,8%. Total kedua
proyek ini kontribusinya sebesar 61,4% dari keseluruhan. 

Menurutnya,
segmen pengembangan mixed-use and high rise mencatatkan marketing sales sebesar
Rp1,92 triliun, atau 57% dari keseluruhan.

“Perolehan ini melonjak 225,5% dibandingkan perolehan
tahun 2016 yang mencapai Rp590 miliar. Kontributor terbesar selanjutnya berasal
dari segmen kawasan industri yang membubuhkan nilai marketing
sales
 sebesar Rp531 miliar atau 15,8%,” ucapnya.

Dibandingkan perolehan tahun 2016, jelas Archied, angka
penjualan lahan industri 2017 naik sebesar 555,7%.

“Bahwa marketing sales segmen
pengembangan kawasan perumahan tercatat mencapai Rp483 miliar, atau memberikan
kontribusi 14,4% dari keseluruhan. Jumlah tersebut mengalami penurunan sebesar
25,4% dibandingkan perolehan marketing
sales
 tahun 2016 yang mencapai Rp648 miliar,” tungkasnya.

Segmen
properti investasi yang merupakan sumber pendapatan berulang (recurring income), hingga akhir
2017 tercatat menyumbang sebesar Rp432 miliar. Perolehan ini meningkat 38%
dibandingkan pencapaian tahun 2016 sebesar Rp313 miliar.

“Meningkatnya
sumber pendapatan berulang memberikan dampak positif bagi usaha dan prospek
usaha di masa depan,” ujarnya.

Sementara
itu, bila ditinjau dari tipenya, pendapatan dari pengembangan (development income) masih
menjadi kontributor marketing
sales
 terbesar mencapai Rp2,93 triliun, atau 87,2% dari
keseluruhan. Perolehan tersebut meningkat 122,5% dibandingkan tahun 2016
sebesar Rp1,32 triliun. 

Adapun,
kontribusi recurring income yang
bersumber dari penyewaan ruang kantor, ritel, pengelolaan lapangan golf, klub
olahraga, pergudangan, dan fasilitas memberikan marketing
sales
 sebesar Rp432 miliar atau 12,8%.

“Kendati
belum ada perubahan yang signifikan di pasar properti, kami optimis tahun 2018
kondisi akan membaik. Kami pun tengah menyiapkan sejumlah pengembangan proyek
baru yang akan diluncurkan tahun ini,” tandasnya. 


(HAP)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Sambut Ramadan 2026, Grand Travello Hotel Bekasi Hadirkan Showcase Kuliner dan Paket Spesial

Grand Travello Hotel menggelar Ramadan Showcase 2026 sebagai bentuk komitmen dalam menghadirkan pengalaman berbuka puasa yang berkualitas bagi masyarakat...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img