Moneter.id
–
Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memproyeksi investasi sektor industri
pengolahan akan mencapai Rp323,56 triliun pada tahun 2021.
“Proyeksi serapan investasi tersebut berdasarkan
asumsi pandemi COVID-19 yang terkendali dengan adanya vaksin, sehingga
aktivitas ekonomi mulai pulih,” kata Menteri Perindustrian (Menperin) Agus
Gumiwang Kartasasmita, Senin (28/12/2020).
Katanya, serapan investasi yang tumbuh positif ini
sejalan dengan pertumbuhan industri pengolahan nonmigas yang diproyeksikan naik
menjadi 3,95 persen pada tahun 2021.
“Setelah naik 37,1 persen dibandingkan periode
yang sama tahun 2019, investasi sektor industri pengolahan di tahun 2021
diproyeksikan akan tetap naik hingga mencapai Rp323,56 triliun,” kata
Menperin.
Jelasnya, bahwa investasi diperkirakan menjadi faktor
penggerak pertumbuhan sektor industri pada tahun 2021. Adanya UU Cipta Kerja
dan komitmen pemerintah untuk menyelesaikan aturan turunannya sesegera mungkin
menjadi daya tarik investor.
Selain itu, kata dia, kontraksi investasi di Indonesia
cukup rendah bila dibandingkan negara ASEAN lainnya di tengah pandemi. Terdapat
rencana relokasi beberapa pabrik dari China yang membuktikan bahwa Indonesia
menjadi salah satu destinasi investasi pasca pandemi COVID-19.
Menperin Agus memaparkan bahwa hingga September 2020
pertumbuhan investasi industri pengolahan mencapai Rp265,28 triliun, naik
sebesar 37,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2019.
Ada pun subsektor industri yang diproyeksikan tumbuh
positif sepanjang tahun 2020 antara lain industri farmasi, produk obat kimia
dan obat tradisional, industri bahan kimia dan barang dari bahan kimia, logam
dasar, serta makanan.
“Kami masih melihat bahwa sektor makanan dan
minuman masih menjadi idola, sektor logam, otomotif juga masih menjadi kekuatan
kita untuk mendorong kendaraan baterai dan listrik,” tutup Menperin.




