Moneter.id – Shopee memberikan program bantuan
kesejahteraan yang berfungsi sebagai stimulus senilai total Rp100 miliar melalui
program bertajuk ‘Dukungan COVID-19 100M Shopee’. Program yang bertujuan untuk menjaga
daya saing UMKM di tengah pandemi COVID-19 itu menyasar mitra penjual UMKM
dalam penyaluran bantuan tersebut.
“Melalui inisiatif Dukungan COVID-19 100M Shopee, kami memberikan
stimulus kepada mereka yang paling terdampak agar semua tetap bisa berdaya.
Kami berharap inisiatif yang kami lakukan bisa membantu meringankan beban semua
mitra-mitra penjual UMKM, pembeli, dan karyawan garda terdepan Shopee yang
terkena dampak dari pandemi COVID-19 sehingga kita semua tetap bisa
berdaya,” kata Direktur Shopee Indonesia Handika Jahja di Jakarta, Senin (13/4/2020).
Platform e-commerce ini
juga turut memberikan perhatiannya kepada pembeli untuk tetap menjaga konsumsi
masyarakat dan karyawan garda terdepan yang ditempatkan di gudang dan jasa
antar agar tetap berdaya.
Rincian stimulus Dukungan COVID-19 100M Shopee yang diberikan
diantaranya dengan mengurangi biaya operasional serta meningkatkan kemudahan
pemasaran untuk UMKM berupa potongan biaya admin untuk berbagai layanan hingga
bantuan tambahan modal hingga Rp1 juta dalam bentuk voucher kepada setiap mitra
penjual agar para penjual dapat terus menjalankan usahanya secara normal.
Bagi mitra penjual baru, Shopee memberikan modal awal hingga Rp1 juta
dalam bentuk voucher, kredit iklan sebesar Rp150 ribu, serta gratis layanan
program Gratis Ongkir Xtra.
E-commerce itu juga mendorong
peningkatan daya beli pengguna dengan kampanye diskon Ramadhan, Tunjangan Hari
Raya (THR) dengan total 10 miliar rupiah melalui permainan Shopee Tanam hingga
subsidi ongkos kirim dan diskon barang kebutuhan pokok.
Shopee juga memastikan keselamatan dan kesehatan kerja karyawan dengan
menyediakan masker dan penyediaan multivitamin, obat-obatan, hand sanitizer,
dan disinfektan bagi kurir karyawan yang bekerja di gudang.
Sekedar
tahu saja, hingga triwulan IV/2019, jumlah penjual aktif Shopee di Indonesia
mencapai lebih dari tiga juta penjual. Pada periode yang sama, perusahaan
analisis aplikasi seluler AppAnie melansir bahwa aplikasi e-commerce itu memiliki kunjungan tertinggi.




