Moneter –
PT Timah Tbk (TINS) berencana membayarkan bunga obligasi dengan total senilai
Rp16,27 miliar yang akan jatuh tempo pada 28 September mendatang.
Obligasi Berkelanjutan I Timah Tahap I Tahun 2017 Seri B dengan kode efek
TINS01BCN1 akan dibayarkan senilai Rp13.693.750.000.
Sedangkan, Sukuk Ijarah Berkelanjutan I Timah Tahap I 2017 Seri B dengan
kode efek SITINS01BCN1 akan dibayarkan senilai Rp2.581.250.000.
“Totalnya Rp16.275.000.000 untuk kedua obligasi tersebut,” kata Sekretaris
Perusahaan TINS, Abdullah Umar, Kamis (16/9/21).
Pembayaran akan dilakukan perseroan kepada PT Kustodian Sentral Efek
Indonesia (KSEI) dilakukan paling lambat 27 September 2021 sebelum pukul 14.00
WIB.
Berdasarkan laporan keuangan semester I/2021, perseroan mencatat
pendapatannya turun 27% ke Rp5,87 triliun dibandingkan dengan periode yang sama
tahun sebelumnya sebesar Rp8,03 triliun. Adapun, produksi bijih timahnya pada
paruh pertama 2021 tercatat turun 54% ke 11.457 ton dari tahun sebelumnya
sebanyak 25.081 ton.
Selain itu, produksi logam timahnya turun 57% ke 11.915 ton dari tahun
sebelumnya 27.833 ton.
Untuk EBITDA, para paruh pertama tahun ini tercatat melesat 199% ke Rp1,04
triliun dari tahun sebelumnya hanya Rp348 miliar.
Kemudian, laba operasional perseroan melambung 378% dari minus Rp227 miliar
menjadi Rp630 miliar pada semester I/2021. Selanjutnya, untuk laba bersih
perseroan berhasil mencatat kenaikan 169 persen ke Rp270 miliar dari tahun
sebelumnya masih minus Rp390 miliar.
Tercatat pada semester pertama, harga jual
rata-ratanya naik sampai 69% year on year
(yoy) dari US$16.461 per metrik ton menjadi US$27.858 per metrik ton.




