Moneter.id – Bank Indonesia (BI) belum lama ini menaikkan suku bunga acuannya BI 7 Days
Reverse Repo Rate hingga menjadi 4,75%.
Terkait hal
itu, PT Bank Tabungan Negara (BTN) mengaku belum akan menyesuaikan besaran suku
bunga kreditnya. “Kami akan amati pergerakan di pasar,” kata Direktur
Keuangan BTN Iman Nugroho Soeko, Senin (4/6).
Baca juga: RDG BI Putuskan Suku Bunga
Acuan BI-7 Day Reverse Repo Rate Naik Jadi 25 Bps
Iman
berharap, sampai Lebaran, perseroan belum perlu menyesuaikan suku bunga
kreditnya. Meski begitu, Iman tidak memungkiri, naiknya suku bunga acuan BI
memengaruhi likuiditas bank.
“Karena itu, kami
monitor day
to day. Kalau likuiditas mengetat untuk kami, sehingga harus
naikkan rate deposito
yang tentunya berdampak pada kenaikan cost of funds, maka tentu bunga kredit harus kami
sesuaikan,” jelas Iman.
Baca juga: Suku Bunga Acuan Naik Lagi, Ini Alasan Bank Indonesia
Sebagai
informasi, pada kuartal I/2018, penyaluran kredit BTN tumbuh 19,34% atau
sebesar Rp 202,5 triliun. Hal itu sebanyak 91,09% masih ditopang oleh kredit
perumahan yang meningkat 20,32% dibandingkan kuartal I/2017.
(HAP)




