Moneter.co.id – Berdasarkan pencatatan Badan Pusat Statistik Sulawesi Selatan (BPS Sulsel) tingkat inflasi di Makassar pada Juli 2017 tercatat 1,05 persen dan merupakan angka tertinggi di wilayah provinsi ini.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sulsel Nursam Salam mengatakan, khusus untuk di Sulawesi Selatan itu, Makassar ada diurutan teratas dengan angka 1,05 persen. Kabupaten dan kota lainnya itu ada di bawah angka satu persen.
“Jika melihat tingkat inflasi secara luas di 11 daerah, maka Pulau Sulawesi, yakni Kota Baubau berada di urutan teratas dengan tingkat inflasi 2,44 persen serta Palu di urutan paling bawah dengan 0,05 persen,”ujarnya, Kamis (3/8)
Ia mengaku, jika melihat dengan tahun kalender atau secara “year to date” (ytd) untuk 11 daerah di pulau Sulawesi, Kendari mencatat angka tertinggi 5,82 persen.
Kemudian diikuti secara berturut-turut Watampone sebesar 5,20 persen, Gorontalo (4,65), Baubau (4,62), Bulukumba (4,32), Palu (3,99), Manado dan Makassar dengan (3,73), Palopo (2,98), Parepare (2,99) dan terakhir Mamuju dengan 2,77 persen.
Sedangkan berdasarkan angka tahunan atau “year to year” (yoy) Juli 2016 terhadap Juli 2017, Bulukumba mencatat angka 5,88 persen dengan dikuti secara berturut-turut Kendari 5,84 persen.
Watampone 5,61 persen, Palu (4,87), Gorontalo (4,70), Makassar (4,45), Manado (3,61), Mamuju (3,59), Baubau (3,58), Palopo (3,23) dan Parepare persen.
“Tingginya angka inflasi ini disebabkan karena semua komponen pengeluaran itu mengalami kenaikan harga yang ditunjukkan dengan naiknya indeks harga-harga,” tutup Nursam. (Hap)




