Rabu, Maret 4, 2026

Kadin: Hilirisasi Industri Bisa Lewati Badai Ekonomi 2023

Must Read

MONETER
– Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia optimistis hilirisasi industri di
berbagai sektor komoditas dapat melewati badai ekonomi pada tahun 2023 mendatang.

 

Hilirisasi terutama bisa dilakukan di sektor
pertanian, perkebunan, kehutanan dan perikanan, yang memiliki kontribusi besar
pada perekonomian dengan porsi ekspor yang belum maksimal.

 

“Kadin berharap pemerintah dan pelaku usaha dapat
berkolaborasi untuk menciptakan nilai tambah sumber daya alam sehingga dapat
meningkatkan nilai jual dan daya saing komoditas ekspor unggulan dalam negeri,”
kata Ketua Umum Kadin Arsjad Rasjid, Kamis (29/12/2022).

 

Katanya, tahun 2023 bisa menjadi tahun yang
transformatif apabila para pelaku usaha mampu mengidentifikasi peluang pasar
yang tepat, seperti contohnya di sektor-sektor seperti energi terbarukan dan
kendaraan listrik.

 

Indonesia diberkahi dengan berbagai mineral dan
potensi energi terbarukan, sehingga hilirisasi harus dilakukan agar terdapat
nilai tambah dan memacu pertumbuhan ekonomi.

 

Selain untuk menerjang potensi badai ekonomi,
hilirisasi juga perlu dilakukan untuk mewujudkan tujuan besar sebagai negara
dengan ekonomi terbesar di dunia pada tahun 2045 dan mencapai emisi nol bersih
di 2060.

 

Di sisi lain, Arsjad menyarankan agar Indonesia bisa
dapat memaksimalkan pangsa pasar domestik dan memanfaatkan peluang-peluang yang
ada untuk berkembang di tengah gejolak ekonomi global.

 

“Permintaan domestik Indonesia masih kuat, di mana
berkontribusi sebesar 55 persen pada produk domestik bruto (PDB) Indonesia.
Maka dari itu, selama daya beli konsumsi masyarakat dapat kita jaga, roda
ekonomi Indonesia dapat terus berputar,” ucap dia.

 

Ia mengungkapkan dukungan pemerintah sangat penting
untuk menjaga konsumsi dan daya beli masyarakat. Pemerintah dapat memberikan
bantuan tunai bagi masyarakat kurang mampu untuk menjaga daya beli, serta
insentif bagi pelaku usaha, terutama yang berbahan baku impor agar tidak
meningkatkan biaya produksi yang dapat mengakibatkan naiknya harga barang di
pasar.

 

Pasar domestik, lanjutnya harus turut diperkuat
melalui akselerasi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dan P3DN (Peningkatan
Penggunaan Produksi Dalam Negeri). 
“Penguatan UMKM untuk mendukung
rantai pasok dalam negeri juga sangat diperlukan guna mensukseskan upaya ini,” tungkasnya.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Prince Poetiray & Quinn Salman Nyanyikan Perdana OST Na Willa Bersama Para Pemain

Lagu Original Soundtrack (OST) film Na Willa berjudul “Sikilku Iso Muni” untuk pertama kalinya diperdengarkan secara utuh di hadapan...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img