Musisi asal Jakarta yang kini berbasis di Hamburg, Jerman, Kamila Batavia kembali menghadirkan karya terbaru bertajuk Tayomi—sebuah single yang sarat emosi dan menjadi bentuk penghormatan mendalam untuk mendiang ibunya.
Lagu ini dibuka dengan kalimat puitis, “Once upon a time, the Princess of Batavia built a castle from the ruins of memory and looked up to the sky,” yang langsung membawa pendengar masuk ke dalam dunia artistik khas yang ia sebut sebagai Baroque Galactic. Sebuah konsep yang memadukan nuansa klasik Eropa dengan imajinasi kosmik, menciptakan ruang di mana ingatan, kehilangan, dan harapan hidup berdampingan.
Melalui “Tayomi”, Kamila tidak sekadar menyampaikan kesedihan, melainkan membangun sebuah dunia emosional yang terinspirasi dari kenangan personal. Lagu ini lahir dari kehilangan sang ibu, namun diterjemahkan menjadi perasaan rindu yang melampaui waktu.
“Menurutku, rasa cintaku kepada mendiang ibuku begitu besar, sampai satu periode kehidupan saja tidak cukup untuk menampungnya,” ujar Kamila.
Nama “Tayomi” sendiri memiliki makna yang mendalam. Diambil dari nama mendiang ibunya, istilah tersebut berakar dari bahasa Jawa Tak Ayomi, yang berarti “aku melindungimu.” Makna ini menjadi simbol cinta yang terus hidup, meskipun sosok yang dicintai telah tiada.
Dalam proses produksinya, Kamila bekerja sama dengan musisi Celtic-folk asal Spanyol, Ian Fontova. Kolaborasi ini menghasilkan warna musik yang unik—menggabungkan elemen medieval, gaya sastra baroque, hingga atmosfer yang terasa seperti berasal dari luar angkasa. Meski demikian, esensi lagu ini tetap sederhana: kerinduan seorang anak kepada ibunya.
“Tayomi” juga menjadi pintu pembuka menuju proyek yang lebih besar. Lagu ini merupakan bagian awal dari album yang tengah digarap Kamila, berjudul Memento Mori: The Baroque Galactic Era. Album tersebut akan menjadi eksplorasi lanjutan dari dunia artistik yang ia bangun—sebuah perjalanan tentang ingatan dan cinta yang tak lekang oleh waktu.




