Rabu, Januari 28, 2026

Kamis Pagi, IHSG Dibuka Menguat 10,86 Poin

Must Read

Moneter.id – Pada awal
perdagangan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), Kamis (24/1) dibuka kembali
menguat 10,86 poin atau 0,17% ke level 6.462,03 setelah kemarin sempat
tergelincir ke zona merah.

Sementara
pada perdagangan Rabu (23/1) IHSG pada akhir sesi tengah pekan ditutup merosot
setelah melaju nyaman di zona hijau pada sesi sebelumnya. Pada perdagangan
sore, bursa saham Tanah Air ditutup turun 17,392 poin atau 0,269% menjadi
6.451,17.

Hari ini, sektor saham dalam negeri terlihat berada dalam jalur positif
dipimpin sektor perdagangan mencetak kenaikan tertinggi 1,05% diikuti properti
meningkat 0.66%. Sedangkan pelemahan terdalam menimpa sektor keuangan usai
kehilangan 0,89% serta industri dasar jatuh 0,35%.

Adapun
nilai transaksi pada bursa Indonesia tercatat sebesar Rp98 miliar dengan 201
juta saham diperdagangkan pada sesi pagi dan transaksi bersih asing minus
Rp13,23 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp47,54 miliar dan aksi beli
asing mencapai Rp34,30 miliar. Tercatat 103 saham naik, 12 saham turun dan 59
saham stagnan.

Beberapa saham yang menguat di antaranya PT Gudang Garam Tbk. (GGRM) naik Rp1.000
menjadi Rp82.900, PT Unggul Indah Cahaya Tbk. (UNIC) bertambah Rp300 menjadi
Rp4.830 dan PT Yanaprima Hastapersada Tbk (YPAS) meningkat Rp135 ke posisi
Rp695.

Sementara, saham yang melemah yakni PT Siantar Top Tbk. (STTP) turun Rp190
menjadi Rp3.200, PT Matahari Department Store Tbk. (LPPF) menyusut Rp75 ke
level Rp6.525 serta PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) jatuh Rp50
menjadi Rp9.000.

Di sisi lain, bursa saham Asia diperdagangkan hati-hati pada Kamis pagi di
tengah ketidakpastian seputar prospek ekonomi global dan juga konflik
perdagangan AS-China yang sedang berlangsung. Komposit Shanghai terpantau
tergelincir sekitar 0,1% dan Komposit Shenzhen merosot 0,231%.

Sedangkan
Indeks Hang Seng, Hong Kong sebagian besar cenderung mendatar. Kejatuhan juga
terlihat pada indeks Nikkei 225 Jepang yang tergelincir 0,26% pada perdagangan
pagi hari sementara indeks Topix pulih dari kerugian sebelumnya untuk naik
secara fraksional.

Namun, di Korea Selatan, indeks Kospi naik sekitar 0,3% karena saham pembuat
chip SK Hynix melonjak lebih dari 3% meskipun melaporkan pendapatan kuartalan
yang di bawah ekspektasi. Perusahaan menghubungkan penurunan laba – yang
pertama dalam dua tahun ini – karena harga chip yang lebih rendah.


- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

YKK AP Indonesia Hadirkan Jendela Alumunium ber-SNI Lewat Pembukaan Showroom di Medan

YKK AP Indonesia terus menghadirkan produk bahan bangunan unggulan yang ber-Standar Nasional Indonesia (SNI). Sebagai produsen bahan bangunan nasional...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img