Moneter.id – Jakarta
– Emiten kontraktor tambang, PT ABM Investama Tbk (ABMM) membukukan laba bersih
Rp 2,85 triliun di semester I/2023. Laba ini meningkat hingga 94% dibandingkan
priode yang sama tahun lalu US$95,48 juta.
Naiknya laba bersih perseroan didorong oleh bagian atas
laba entitas asosiasi senilai US$94,28 juta dan pendapatan dividen sebesar
US$19,8 juta. Pendapatan ini merupakan pendapatan baru ABMM, yang sebelumnya
tidak tercatat di semester I/2022.
Tulis perseroan diketerangan resminya, Senin (7/8), pendapatan
dari kontrak dengan pelanggan sebesar US$763,18 juta atau setara Rp11,57
triliun (kurs Jisdor Rp15.168 per dolar AS) di paruh pertama 2023.
“Pendapatan dari kontrak dengan pelanggan ini meningkat
17,02% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar US$652,2 juta,”
tulisnya.
Pendapatan ini didorong dari pendapatan kontraktor
tambang dan tambang batu bara sebesar US$623,8 juta, pendapatan jasa logistik
dan sewa kapal senilai US$84,5 juta, divisi site
services dan repabrikasi US$31,8 juta, sewa mesin pembangkit tenaga listrik
US$429.064, pabrikasi US$14 juta, dan perdagangan bahan bakar US$8,4 juta.
Berdasarkan pelanggannya, pendapatan ABMM diperoleh dari
PT Multi Harapan Utama sebesar US$123,9 juta, PT Binuang Mitra Bersama Blok Dua
sebesar US$89,7 juta, dan Adani Global Pte. Ltd., Singapura senilai US$78,64
juta.
Meningkatnya pendapatan ABMM juga turut membuat beban
pokok pendapatan ABMM naik 27,78 persen menjadi US$521,3 juta, dari US$407,9
juta secara tahunan atau year on year (yoy).
Laba bruto ABMM tergerus 0,97% akibat peningkatan beban
pokok ini. ABMM mencatatkan laba bruto US$241,85 juta di semester I/2023, dari
US$244,2 juta di semester I/2022.
Diketahui, hingga akhir Juni 2023, ABMM mencatatkan total
aset senilai US$2,26 miliar, naik dari akhir Desember 2022 sebesar US$1,98
miliar. Total liabililitas ABMM berkurang menjadi US$1,5 miliar di akhir Juni
2023, dari US$1,36 miliar di akhir Desember 2022.
Sementara itu, Total ekuitas ABMM meningkat menjadi
US$745,6 juta di 30 Juni 2023, dari US$617,5 juta di 31 Desember 2022.




