Selasa, Januari 27, 2026

Kantongi Rp52 Miliar, Laba Bank Muamalat Naik 316 Persen

Must Read

MONETER PT
Bank Muamalat Indonesia Tbk
mencatatkan
pertumbuhan laba sebelum pajak (profit before
tax
) sebesar 316% secara year on year
(yoy). Dalam laporan keuangan bank only (diaudit) tahun 2022, laba
perseroan per 31 Desember 2022 tercatat senilai Rp52 miliar, meningkat lebih
dari tiga kali lipat dari Rp12,5 miliar pada 31 Desember 2021.

 

Peningkatan laba
yang signifikan tersebut ditopang oleh kenaikan pendapatan berbasis komisi (Fee Based Income/FBI) perseroan sebesar
95% (yoy) dari Rp560,5 miliar per 31 Desember 2021 menjadi Rp1,1 triliun pada akhir
Desember 2022.

 

Pelaksana Tugas Direktur
Utama Bank Muamalat Hery Syafril mengatakan, tahun 2023 adalah tahun
transformasi untuk tumbuh sehat dengan profit yang berkelanjutan. Oleh karena
itu,   raihan positif pada tahun 2022 menunjukkan bahwa
perseroan berada di jalur yang tepat untuk mencapai target tersebut.

 

“Tahun ini kami
mengimplementasikan sejumlah rencana strategis. Pertama, optimalisasi dan
penajaman potensi bisnis di segmen pembiayaan dan pendanaan, terutama segmen
ritel. Kemudian kedua, penajaman
strategi channel distribusi, baik jaringan fisik maupun jaringan digital.
Serta ketiga, pengembangan organisasi dan sumber daya manusia,” ujarnya
,
Senin (20/2/2023)
.

 

Aset Bank
Muamalat per 31 Desember 2022 tercatat sebesar Rp61,4 triliun, tumbuh 4,2%
(yoy) dari Rp58,9 triliun per 31 Desember 2021. Adapun Dana Pihak Ketiga (DPK) mencapai
Rp46,14 triliun. Untuk kualitas aset perseroan terjaga dengan baik. Terlihat
dari rasio Non Performing Financing
(NPF) sebesar 0,86% (nett).

 

Sementara itu,
Bank Muamalat mampu menekan beban operasional sehingga efisiensi meningkat. Hal
itu tercermin dari turunnya rasio Beban Operasional terhadap Pendapatan
Operasional (BOPO) dari 99,30% menjadi 96,62% per 31 Desember 2022.

 

Rasio kecukupan
modal (Capital Adequacy Ratio/CAR)
perseroan meningkat sebesar 8,94% (yoy) dari 23,76% per 31 Desember 2021
menjadi 32,70% per akhir Desember 2022. Peningkatan tersebut disebabkan oleh realisasi
penambahan modal tier 2 sebesar Rp2 triliun.

 

Dengan demikian,
total modal Bank Muamalat per 31 Desember 2022 tercatat sebesar Rp6,97 triliun
atau meningkat sebesar 34,4% dari periode sebelumnya yang sebesar Rp5,19
triliun.

 

Sebagai
informasi, pada Agustus 2022 Bank Muamalat
mendapatkan peringkat
(rating) idA+ dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) dengan prospek
perusahaan adalah stabil. Peringkat ini juga berlaku untuk surat berharga
syariah atau Sukuk Mudharabah 2021
.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

YKK AP Indonesia Hadirkan Jendela Alumunium ber-SNI Lewat Pembukaan Showroom di Medan

YKK AP Indonesia terus menghadirkan produk bahan bangunan unggulan yang ber-Standar Nasional Indonesia (SNI). Sebagai produsen bahan bangunan nasional...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img