MONETER
–
PT Sri Rejeki Isman Tbk. (SRIL) atau Sritex mencatatkan penjualan sebesar
US$348,8 juta atau setara Rp5,16 triliun di semester I/2022. Capaian ini turun
dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar US$526,2 juta.
Tulis perseroan diketerangan resminya, Senin (29/8/2022),
penjualan dikontribusikan dari pemintalan sebanyak US$208 juta, pertenunan
US$59,9 juta, finishing kain US$54,6 juta, dan konveksi sebesar US$26,1 juta.
“Turunnya penjualan perseroan juga turut menurunkan
beban pokok penjualan 52% menjadi US$355,9 juta, dari US$742,3 juta. Besar
beban pokok penjualan tersebut membuat SRIL mencatatkan rugi bruto sebesar
US$70 juta di semester I/2022,” tulisnya.
Kemudian rugi bruto ini lebih kecil bila
dibandingkan semester I/2021 yang sebesar US$198,1 juta. Rugi tahun berjalan
yang dapat diatribusikan ke pemilik entitas induk SRIL juga tercatat turun
menjadi US$60,2 juta atau sebesar Rp891,9 miliar, dari US$886,1 juta di
semester I/2021. Adapun hingga akhir Juni 2022, SRIL mencatatkan jumlah aset
sebesar US$1,13 miliar, naik dari akhir Desember 2021 sebesar US$1,2 miliar.
Jumlah liabilitas
perseroan turun menjadi US$1,59 miliar di 30 Juni 2022, dari US$1,63 miliar di
31 Desember 2021. Sementara itu, jumlah ekuitas yang mengalami defisit modal
naik menjadi minus US$459,9 juta di enam bulan pertama 2022, dari minus
US$398,8 juta di akhir 2021.




