Moneter.co.id – PT Perusahaan
Gas Negara (Persero) Tbk atau PGAS membukukan pendapatan sebesar US$2,97 miliar
di tahun 2017. Angka ini meningkat tipis jika dibandingkan realisasi pendapatan
tahun sebelumnya yang sebesar US$2,93 miliar.
Sekretaris Perusahaan PGN Rachmat
Hutama mengatakan, pendapatan utama PGN diperoleh dari hasil penjualan gas sebesar
US$2.404,6 juta dan penjualan minyak dan gas sebesar US$472,8 juta. Hal
tersebut membuat posisi laba operasi perusahaan mencapai US$377,01 juta.
Naiknya pendapatan secara
otomatis mengerek keuntungan perusahaan. “Tercatat laba PGN hingga Desember
tahun lalu mencapai US$143,1 juta atau setara dengan Rp1,92 triliun (kurs
rata-rata Rp13.381),” ucap Rachmat di Jakarta, Jumat (9/3).
Adapun untuk EBITDA nilainya
mencapai US$830 juta, naik sebesar US$23 juta dari periode yang sama tahun
sebelumnya US$807 juta. “Kami melakukan berbagai upaya efisiensi sehingga
mampu mencetak laba di tengah kondisi perekonomian saat ini,” kata Rachmat.
Selama periode
Januari-Desember 2017, PGN menyalurkan gas bumi sebesar 855,5 BBTUD dengan
rincian volume gas distribusi sebesar 771,55 BBTUD dan volume transmisi gas
bumi sebesar 83,95 BBTUD.
“Sejalan dengan
upaya pemerintah untuk meningkatkan perekonomian nasional, PGN optimistis
kinerja perusahaan juga akan semakin baik,” ucapnya.
Pada tahun ini, PGN akan
tetap mengembangkan infrastruktur gas bumi untuk memperluas pemanfaatan gas
bumi bagi masyarakat. Perseroan akan semakin agresif membangun infrastruktur
gas bumi nasional untuk meningkatkan pemanfaatan produksi gas nasional.
Pada kuartal IV/2017,
infrastruktur pipa gas PGN bertambah sepanjang lebih dari 175 km dan saat ini
mencapai lebih dari 7.450 km atau setara dengan 80% pipa gas bumi hilir
nasional.
Dari
infrastruktur tersebut, PGN menyalurkan gas bumi ke 1.739 pelanggan industri
manufaktur dan pembangkit listrik, 1.984 pelanggan komersial (hotel, restoran,
rumah sakit) dan Usaha Kecil Menengah (UKM), serta 177.710 pelanggan rumah
tangga yang dibangun dengan investasi PGN.
Pelanggan gas bumi PGN
tersebar di berbagai wilayah mulai dari Sumatera Utara, Kepulauan Riau, Riau,
Sumatera Selatan, Lampung, DKI Jakarta, Jawa Barat, Banten, Jawa Tengah, Jawa
Timur, Kalimantan Utara dan Sorong Papua.
PGN juga mengelola dan
menyalurkan gas bumi untuk transportasi ke 10 Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas
(SPBG) dan 4 Mobile Refueling Unit (MRU). PGN juga mengoperasikan 2 Floating Storage
Regasification Unit (FSRU)
yakni di Jawa Barat dan Lampung.
Tahun 2018, PGN juga banyak
melakukan terobosan seperti program 360 degree solution. Dalam program ini, PGN dapat menghadirkan gas bumi dari
hulu hingga hilir sesuai kebutuhan masyarakat di berbagai segmen pengguna gas.
Selain itu, PGN juga dapat
menyediakan pasokan gas bumi, listrik, pasokan bahan bakar gas untuk
transportasi hingga jasa Engineering, Procurement, and Construction (EPC) hingga informasi teknologi
komunikasi bagi para pengguna gas atau pelanggan PGN.
“Investasi infruktur
pipa gas bumi yang dibangun PGN hampir seluruhnya tidak mengandalkan APBN
sehingga tidak membebani negara. Dan PGN terus berkomitmen memperluas
pemanfaatan gas bumi dengan membangun infrastruktur gas bumi di berbagai
daerah,” ungkap Rachmat.
“PGN terus berkomitmen
membangun dan memperluas infrastruktur gas nasional walau di tengah kondisi
ekonomi yang belum membaik dan turunnya harga minyak mentah dunia,” tutup
Rachmat.
(HAP)




