Kamis, Januari 15, 2026

Ke Delegasi Sherpa G20, Menko: Selamat Datang di Yogyakarta

Must Read

MONETER
– Melalui berbagai rangkaian acara Presidensi G20 Indonesia 2022, Indonesia
ingin lebih mendorong dan mengenalkan berbagai warisan budaya lokal ke kancah
global. Karena itu, kedatangan dari para Delegasi Pertemuan ke-3 Sherpa G20,
yang berlangsung tanggal 26-30 September 2022 di Yogyakarta, dijamu dalam
sebuah acara Welcoming Reception oleh Sri Sultan Hamengku Buwono X di Keraton
Yogyakarta.

 

Menteri
Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyambut hangat para
Delegasi Sherpa G20, dengan memberikan welcoming
speech
secara virtual.

 

“Selamat
datang di Yogyakarta yang indah, di mana nilai-nilai dedikasi, ketulusan dan
solidaritas tertanam dalam sejarahnya,” ujar Menko Airlangga.

 

Menko
Airlangga juga meminta para Delegasi untuk dapat meluangkan waktu setelah
pertemuan Sherpa, untuk menikmati kekayaan budaya di Yogyakarta, kehangatan dan
keramahan masyarakat, serta merasakan kelezatan berbagai masakan khas
Yogyakarta.

 

“Semoga
kehangatan sambutan kami dan masyarakat Yogya tersampaikan sepenuhnya kepada
Anda, dan mendukung kesuksesan pertemuan Sherpa yang lebih produktif,” kata
Menko Airlangga.

 

Menko
Airlangga menyampaikan bahwa pada masa perjuangan, Yogyakarta mendukung
sepenuhnya perjuangan kemerdekaan Indonesia, dan pernah menjadi Ibukota
Indonesia. Hal tersebut menjadikan provinsi ini menerima hak istimewa sebagai
daerah khusus, bahkan terus mempertahankan tradisi Kesultanan dalam
administrasi pemerintahannya.

 

“Yogyakarta
adalah kota yang melambangkan keberanian dalam menghadapi kesulitan. Untuk itulah
kami memilih kota ini sebagai tempat Pertemuan ke-3 Sherpa G20. Kami berharap
para Sherpa yang terhormat dapat berkumpul dalam semangat yang sama, untuk
merumuskan solusi dalam mengatasi krisis yang sangat kompleks yang dihadapi
dunia saat ini.”tutur Menko Airlangga

 

Kemudian
Menko Airlangga juga menyampaikan sebuah pepatah Jawa “Urip iku Urup” atau
“Hidup adalah Menghidupkan”, yang artinya bahwa hidup harus dijalani secara
harmonis dengan semua makhluk hidup, baik melalui perlindungan lingkungan sekitar
maupun pelestarian hubungan dengan sesama.

 

Saat
ini, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sedang mengalami transformasi
sosial yang cepat dari sektor agraris menuju semi-industrial, terutama industri
kreatif. Sri Sultan Hamengku Buwono X, yang juga menjabat sebagai Gubernur
Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, berharap Pertemuan Sherpa ke-3 ini dapat
membawa pada orkestrasi peradaban dunia sehingga “no one left behind”.

 

“Selamat
Datang di Yogyakarta. Momentum ini kian bermakna, karena menjadi agenda penting
bagi Sherpa G20 untuk memandu sekaligus membuka jalan menuju Konferensi Tingkat
Tinggi (KTT) G20. Semoga Sherpa mendapatkan berbagai inspirasi menyongsong
pelaksanaan KTT G20, dengan memasukkan dunia dalam bingkai persahabatan,
inklusivitas, dan perdamaian global,” tutur Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku
Buwono X.

 

Sajian
makan malam diawali dengan bir jawa yang terbuat dari berbagai rempah dan
menjadi salah satu minuman khas Yogyakarta. Makanan utama yang disajikan adalah
bistik keraton dan ikan dengan bumbu mangut yang merupakan cita rasa khas
Yogyakarta.

 

Sembari menikmati
hidangan nusantara, para Sherpa G20 juga dihibur oleh persembahan tarian Beksan
Punggawa. Tarian ini berisikan tiga bagian, yaitu bagian awal, maju gendhing;
bagian isi, enjeran (adu kesaktian) sebelum dan saat berperang; serta bagian
akhir, mundur gendhing.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

REDMI Note Series Tembus 460 Juta Unit Pengiriman Global

REDMI Note Series menjadi kontributor besar dengan total pengiriman lebih dari 460 juta unit di lebih dari 100 negara...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img