Moneter.id – Presiden
Direktur Jababeka Residence Sutedja Darmono mengatakan, peluncuran proyek business loft, bernilai Rp400 miliar
bernama Ginza karena besarnya kebutuhan terhadap business loft di Cikarang.
“Ginza
akan cocok bagi perusahaan atau industri penunjang bagi perusahaan-perusahaan
multinasional yang sudah menancapkan bisnisnya di Kota Jababeka, Cikarang,
Karawang dan sekitarnya sejak puluhan tahun lalu,” ucapnya, Selasa (31/7).
Sementara, General Manager Corporate Marketing Jababeka
Residence Handoyo Lim menambahkan, Ginza hadir bukan hanya sebagai akomodasi
kebutuhan industri sekitar, tetapi juga sebagai investasi properti yang sangat
potensial.
“Dengan adanya lift di setiap unit, memungkinkan
investor untuk menyewakan secara indipenden setiap lantainya, jadi bisa kalau
mau dipakai sebagai showroom di lantai dasar kemudian di lantai satu juga bisa
disewakan untuk restoran tertentu,” terang Handoyo.
Informasi, Ginza merupakan kompleks ruko (business loft) dengan total luas lahan
seluas 3 hektare yang terdiri dari unit yang terbatas, yaitu hanya sebanyak 36
unit business loft dan kavling.
Untuk
tahap pertama peluncuran, Ginza hanya akan mengeluarkan 10 unit business loft dan 4 unit kavling yang
dipasarkan mulai dari Rp4,9 miliar per unit.
Unit bangunan terdiri dari tipe Lebar 6 meter (3 lantai
dengan luas bangunan 284 meter persegi dan luas tanah 90 meter persegi), Lebar
8 meter (5 lantai dengan luas bangunan 528 meter persegi dan luas tanah 120
meter persegi) dan Lebar 11,5 meter (6 lantai dengan luas bangunan 811 meter
persegi dan luas tanah 173 meter persegi). Sementara unit kavling memiliki
kisaran luas 1.600 meter persegi hingga 3.400 meter persegi.
Ginza
terletak berdampingan dengan proyek terbaru Jababeka Residance, Japan Village,
dengan total investasi dari kedua proyek tersebut mencapai Rp1 triliun.
Jababeka
berharap Ginza dapat menjadi tempat berkumpulnya kantor bisnis sehingga bisa
menjadi pusat kawasan bisnis baru di kawasan Jababeka Residance.
(HAP)




