Kamis, Maret 12, 2026

Kembangkan Kilang PT TPPI di Jawa Timur, Pertamina Bidik Pasar Bisnis Rp50 Triliun

Must Read

Moneter.id – Perusahaan BUMN yang bertugas mengelola
penambangan minyak dan gas bumi di Indonesia, 
PT
Pertamina membidik peluang pasar Rp50 triliun dengan mengembangkan area kilang
PT Trans Pacific Petrochemical Indotama (TPPI) di Kabupaten Tuban, Jawa Timur.

Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati
menyatakan peluang pasar bisnis petrokimia di Indonesia sekitar Rp40 – 50
triliun per tahun. Selain itu, bisnis petrokimia mempunyai margin lebih tinggi
dibanding BBM.

“Pembangunan komplek industri Petrokimia akan
lebih menjamin keberlanjutan bisnis perseroan, karena sesuai dengan trend
bisnis masa depan,” ujar Nicke di Jakarta, Minggu (22/12).

Pembangunan industri Petrokimia, lanjut Nicke,
juga akan lebih efisien karena diintegrasikan dengan kilang, sehingga produk
samping petrokimia dapat dimanfaatkan kembali oleh kilang baik untuk bahan
bakar kilang itu sendiri maupun dapat menjadi produk BBM.

“Infrastruktur penunjang dan utilitas dapat
juga dimanfaatkan secara bersama-sama dengan menurunkan biaya energi hingga 10%
dan biaya personel turun 10% sehingga biaya operasional turun sampai 15%,”
imbuh Nicke.

Langkah mengintegrasikan kilang TPPI untuk
pengembangan industri petrokimia dilakukan Pertamina dengan melakukan aksi
korporasi pembelian saham seri B TubanPetro yang merupakan induk usaha TPPI,
senilai Rp 3,1 triliun, sehingga Pertamina saat ini menguasai saham mayoritas
51%.

“Aksi korporasi ini dimaksudkan untuk
mengembangkan industri petrokimia nasional yang nantinya akan memberikan dampak
bagi pengembangan industri turunannya di tanah air,” kata Nicke.

Nicke menjelaskan, restrukturisasi TubanPetro merupakan
bagian dari kilang Pertamina yang mengutamakan aspek fleksibilitas (flexibility), di mana mode kilang bisa
beralih baik mode petrokimia ataupun mogas.

Hal ini membuat produksi kilang dapat
menyesuaikan dengan permintaan pada saat beroperasi.

Selain itu, dengan pasokan bahan baku yang
terintegrasi antara satu kilang dengan kilang lainnya, diharapkan juga bisa
meningkatkan efisiensi baik sisi pengeluaran operasional maupun pengeluaran
modal, sehingga meraih keuntungan (profitability)
yang maksimal. Dengan tingkat keuntungan yang maksimal, maka proyek-proyek
kilang Pertamina mampu menjadi bisnis yang berkelanjutan (sustainability) ke depannya.

“Jadi jelas bahwa proyek kilang kami yang sedang
berjalan akan menjadi bisnis yang berkelanjutan karena dapat menyesuaikan
dengan kebutuhan pasar dan didukung integrasi baik sesama kilang maupun
infrastruktur Pertamina lainnya,” ujar Nicke.

Pertamina sendiri akan mengembangkan pembangunan
pabrik baru serta melanjutkan pembangunan komplek olefin dan polyolefin di
kawasan kilang TPPI di Tuban.

Dengan pembangunan tersebut, maka TPPI
akan menjadi komplek petrokimia yang terintegrasi menghasilkan produk-produk
aromatik dan olefin.

“Pembangunan industri petrokimia nasional akan
turut memperkuat neraca perdagangan, menghemat devisa dan mengurangi impor
bahan baku dan produk petrokimia,” kata Nicke.

Sementara melalui proyek RDMP dan GRR, Pertamina
juga sedang membangun kilang Tuban dengan investasi 16 miliar dola rAs, yang
nantinya akan memiliki fasilitas produksi petrokimia dengan produk
polypropylene sebanyak 1.200 ktpa, paraxylene 1.300 ktpa dan polyethylene 750
ktpa.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Sustainability Bond Tahap II Bank bjb, Catat Permintaan Hingga Rp932,4 Miliar

PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (bank bjb) menawarkan Sustainability Bond Tahap II dengan permintaan investor telah mencapai...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img