Kamis, April 23, 2026

Kemendag – Kemenkum HAM Teken Kerja Sama Kembangkan Desain Produk Warga Binaan Pemasyarakatan

Must Read

Moneter.id – Kementerian
Perdagangan (Kemendag) dan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkum-HAM)
menandatangani perjanjian kerja sama untuk mengembangkan desain produk-produk
hasil karya warga binaan pemasyarakatan agar memenuhi kriteria ekspor.

Penandatanganan
dilakukan oleh Dirjen Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Kemendag, Arlinda dan
Dirjen Pemasyarakatan (PAS) Kemenkumham, Sri Puguh Budi Utami, Kamis (9/8) di
Graha Bhakti Pemasyarakatan Kemenkumham, Jakarta.

“Kerja sama
ini dimaksudkan untuk menyinergikan program Kemendag dan Kemenkumham dalam
mengembangkan produk warga binaan pemasyarakatan untuk menjadi produk yang
berorientasi ekspor,” kata Arlinda.

Perjanjian
kerja sama ini bertujuan mengikat komitmen dalam membimbing warga
pemasyarakatan selama menjalani masa pembinaan. Perjanjian kerja sama merupakan
tindak lanjut nota kesepahaman kedua kementerian yang ditandatangani Menteri
Perdagangan Enggartiasto Lukita dan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna
Laoly, 3 April 2018 lalu.

“Kami harap
hasil kerja sama dapat meningkatkan kualitas desain produk warga binaan
sehingga lebih eye-catching. Produk
yang dihasilkan menjadi semakin menarik dan makin dapat diterima di pasar
global. Selain itu, kerja sama ini juga membekali warga binaan dengan
keterampilan dan kreativitas dalam menghasilkan suatu karya produktif yang
bernilai tinggi,” kata Arlinda.

Ruang lingkup
kerja sama antara Ditjen PEN Kemendag dan Ditjen PAS Kemenkumham yang
ditandatangani mencakup peningkatan kemampuan sumber daya manusia, pengembangan
desain produk dan kemasan, pemberian dukungan kegiatan promosi, pemasaran, dan
informasi peluang pasar ekspor yang ditargetkan untuk petugas pemasyarakatan
dan warga binaan.

Sebagai salah
satu implementasi kerja sama, pada saat yang bersamaan dengan penandatanganan
ini diselenggarakan acara lokakarya Kemasan untuk Produk Ekspor. Lokakarya ini
merupakan salah satu upaya pengembangan kapasitas bagi 40 peserta dari Unit
Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan di wilayah Jabotabek, Jawa Barat, dan
Banten.

“Kemendag dan
Kemenkumham memiliki komitmen nyata untuk mendorong daya saing dan meningkatkan
nilai tambah produk dengan kualitas ekspor, salah satunya produk hasil warga
binaan pemasyarakatan,” kata Arlinda.

Saat ini,
desain mempunyai peran yang sangat penting bagi peningkatan daya saing produk
di pasar internasional. Desain menjadi salah satu strategi memberikan nilai
tambah pada suatu produk. Desain juga berperan sebagai indikator kualitas suatu
produk. Melalui pengembangan desain produk warga binaan, diharapkan dapat
dihasilkan produk yang berkualitas dengan desain yang baik dan dapat diterima
di pasar global.

Pada 2017
lalu, produk warga binaan telah dipromosikan dalam pameran dagang internasional
terbesar di Indonesia yaitu Trade Expo Indonesia (TEI) ke-32. Produk-produk ini
mendapat apresiasi dan perhatian dari calon-calon pembeli mancanegara.

Pada Juli
2018, produk-produk warga binaan pemasyarakatan telah dipamerkan pada sesi
pameran pertemuan Brunei Darussalam-Indonesia-Malaysia-Philippines East ASEAN
Growth Area (BIMP-EAGA) dan Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle
(IMT-GT) di Thailand. Produk-produk tersebut juga diapresiasi para pengunjung
pameran.

“Pada
kegiatan TEI ke-33 tahun 2018 yang akan berlangsung dari 24-28 Oktober 2018,
Ditjen PEN juga akan memfasilitasi pameran produk warga binaan pemasayarakatan
ini,” kata Arlinda.

 

 

(TOP)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Properti Nasional Masuk Fase Undervalued, Investor Perempuan Pimpin Akumulasi Aset di Tengah Inflasi Tinggi

Pembukaan kuartal II/2026 diwarnai anomali tajam di sektor properti nasional. Di saat Indeks Harga Konsumen (IHK) melonjak 4,76% secara...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img