Senin, Maret 2, 2026

Kemendag: Manfaatkan PLB Niaga Elektronik Untuk Bantu Ekspor UMKM

Must Read

Moneter.id – Kementerian
Perdagangan terus melakukan berbagai upaya strategis dalam mendukung ekspor
produk UMKM ke pasar global. Salah satunya dengan memanfaatkan pusat logistik
berikat (PLB) e-commerce (niaga elektronik) sebagai sarana untuk membantu
proses ekspor produk UMKM.

“Produk UMKM
Indonesia yang berkualitas dan beragam harus didorong terus agar menembus pasar
global dan mampu bersaing dengan produk-produk negara lain. Salah satu strategi
yang dilakukan adalah melalui pemanfaatan PLB e-commerce selain perdagangan
yang konvensional,” kata Menteri Perdagangan Agus Suparmanto di Bekasi, Jawa
Barat, pada Kamis (19/12).

Menurutnya, keberadaan
PLB e-commerce diharapkan dapat meningkatkan peran UMKM dalam menembus pasar
Internasional tanpa harus dipusingkan dengan masalah pemasaran dan proses
pengiriman barang yang selama ini menjadi kendala utama.

“Dengan
adanya fasilitas bantuan pemasaran melalui PLB e-commerce, UMKM akan dapat
fokus pada pengusahaan modal, sistem produksi, dan distribusi. Para UMKM berorientasi
ekspor juga dapat memanfaatkan PLB e-commerce untuk memenuhi kebutuhan bahan
baku melalui fasilitas KITE (Kemudahan Impor Tujuan Ekspor),” jelas Mendag.

Selain itu,
fasilitas pergudangan yang tersedia juga dapat memangkas waktu pesanan karena
importir dan pemilik barang tidak perlu menunggu lama untuk memasukan barang ke
Indonesia.

PLB
e-commerce juga dapat berfungsi sebagai hub wilayah untuk pasokan barang ke
negara tetangga dan dengan menerapkan sistem mempermudah arus kas, UMKM menjadi
lebih mudah dalam mengelola keuangan.

Mendag
menyampaikan, PLB e-commerce memberikan peluang yang lebih luas bagi kegiatan
ekspor UMKM dan dapat memicu tumbuhnya industri jasa penunjang lainnya seperti
jasa logistik, transportasi, dan kegiatan ekonomi berbasis elektronik lainnya.

“PLB
e-commerce secara langsung akan berdampak pada transparansi barang-barang yang
diekspor maupun diimpor, baik dari sisi jumlah, jenis, dan harga,” ucap Mendag.

Bagi
pemerintah, lanjut Mendag, hal ini sangat membantu dalam menyiapkan kebijakan
dan program pengembangan UMKM berorientasi ekspor, sekaligus mengendalikan dan
menekan impor barang ilegal. Nantinya, hal ini akan membantu pemerintah dalam
meningkatkan iklim usaha yang kondusif bagi pelaku usaha nasional.

Mendag juga
mengungkapkan, dari total 62 juta UMKM di Indonesia, baru sekitar 14 persen
yang melakukan ekspor. Untuk itu, Kemendag telah menugaskan dua BUMN, yakni PT
Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI) dan PT Sarinah (Persero) sebagai
fasilitator yang akan mengumpulkan semua produk UMKM siap diekspor dalam sistem
PLB e-Commerce Distribution Centre.

“Diharapkan
kolaborasi dan kerja sama pemerintah dan pengelola PLB e-commerce ini dapat
meningkatkan kinerja ekspor UMKM nasional,” pungkas Mendag.

 

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Awal Maret 2026: HPE Konsentrat Tembaga Terkoreksi, HPE dan HR Emas Menguat

Kementerian Perdagangan menetapkan Harga Patokan Ekspor (HPE) konsentrat tembaga (Cu ≥ 15 persen) untuk periode pertama Maret 2026 sebesar...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img