Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) terus mendorong penguatan ekosistem musik lokal melalui program Akselerasi Kreatif (AKTIF) Musik.
Setelah merilis video musik Begundal Lowokwaru, fasilitasi dari Jawa Timur kembali menghadirkan karya terbaru berupa video musik “Mikro Plastik” dari band reggae Tropical Forest yang dijadwalkan rilis pada Sabtu, 24 Januari 2026.
Menteri Ekraf Teuku Riefky Harsya menyampaikan bahwa AKTIF Musik dirancang sebagai program pendampingan terintegrasi untuk membangun industri musik daerah secara berkelanjutan.
‘AKTIF Musik mencakup dukungan pendanaan produksi video musik, fasilitasi kontrak untuk memastikan perlindungan hak cipta dan hak terkait, serta penguatan promosi dan komersialisasi karya agar ekosistem musik lokal semakin kokoh dan mampu bersaing di tingkat nasional,” ujar Teuku Riefky.
Ia menambahkan, pendekatan tersebut bertujuan memperkuat rantai nilai industri musik, mulai dari proses kreatif, produksi, distribusi, hingga pemanfaatan karya secara optimal oleh pelaku kreatif di daerah.
Video musik “Mikro Plastik” digarap oleh sutradara Eko Poleng bersama rumah produksi Hypno Creative Media. Proses pengambilan gambar dilakukan di kawasan Coban Talun, Kota Batu, Jawa Timur. Karya ini menampilkan visualisasi relasi manusia dan alam yang terdampak akibat pola hidup instan dan konsumtif.
Peluncuran video ini bertepatan dengan peringatan Hari Pendidikan Internasional dan dimaknai sebagai media edukasi untuk meningkatkan kesadaran publik terhadap dampak mikroplastik bagi kesehatan dan lingkungan.
Tropical Forest menyampaikan apresiasi atas fasilitasi yang diberikan Kementerian Ekraf melalui AKTIF Musik. Band tersebut menilai peran negara penting dalam mendorong kampanye isu lingkungan melalui pendekatan kreatif, serta mengajak masyarakat mengurangi penggunaan plastik sekali pakai dan memperbaiki perilaku pengelolaan sampah.
Kementerian Ekraf melalui Direktorat Musik, Deputi Bidang Kreativitas Media, menghadirkan program AKTIF sebagai bentuk integrasi musik dan visual, karya yang diharapkan menjadi sarana komunikasi efektif dalam menyuarakan pesan keberlanjutan sekaligus memperluas dampak ekonomi kreatif daerah melalui penguatan talenta, produksi konten, dan distribusi karya berbasis kreativitas.




