Senin, Januari 26, 2026

KemenKop dan UKM Galakkan Gerakan Kewirausahaan Nasional

Must Read

Moneter.co.id – Kementerian
Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (KemenKop dan UKM) kembali menggalakkan
program Gerakan Kewirausahaan Nasional (GKN). Hal ini untuk mendorong lebih
banyak generasi muda di Indonesia agar tertarik terjun menjadi wirausaha.

Deputi Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM)
Kementerian Koperasi dan UKM, Prakoso BS mengatakan, pentingnya generasi muda
mengubah pola pikir dari pencari kerja menjadi pencipta lapangan kerja sebagai
wirausaha.

“Gerakan Kewirausahaan Nasional akan terus kita
gelorakan. Saat ini, berdasarkan data BPS, rasio kewirausahaan Indonesia sudah
mencapai 3,10 persen dari sebelumnya 1,65 persen. Ke depan saya berharap
generasi muda mulai berpikir dan melangkah menjadi wirausaha,” kata
Prakoso, Kamis (07/12).

Menurut Prakoso, semakin banyak jumlah wirausaha di Indonesia
akan semakin mendongkrak kinerja perekonomian. 
Oleh karena itulah, pihaknya menargetkan rasio kewirausahaan
di Indonesia semakin baik setidaknya sama atau bahkan melampaui rasio wirausaha
di sejumlah negara tetangga.

Prakoso menyarankan generasi muda di Indonesia, untuk menjadi
wirausahawan yang sukses seseorang harus punya keberanian untuk mulai
berbisnis, fokus, dan jangan masuk ke bidang yang biasa-biasa saja atau sudah
banyak digeluti orang. 

“Kita harus masuk ke bidang bisnis yang belum banyak
dimasuki orang lain. Kalau pun sudah ada yang berbisnis itu, kita harus
memiliki nilai tambah. Misalnya, produk yang dihasilkan sama, tapi kita punya
kemasan yang unik, dan sebagainya,” jelas Prakoso.

Hal yang pasti, Prakoso mengungkapkan bahwa program pelatihan
kewirausahaan dari Kemenkop dan UKM merupakan pendorong atau
“trigger” bagi pemerintah daerah dalam memajukan dan mengembangkan
UMKM di daerahnya masing-masing. 

“Untuk tujuan agar UMKM naik kelas, Kemenkop dan UKM
terus menggulirkan beberapa program strategis seperti program kewirausahaan,
vocational, dan manajemen keuangan. Satu lagi, yang juga akan terus kita dorong
dan kita gulirkan adalah program pendampingan. Saat ini, Kemenkop dan UKM
memiliki sekitar 1.500 tenaga pendamping kewirausahaan di seluruh
Indonesia,” kata Prakoso.

Selain itu, kata Prakoso, Kemenkop dan UKM juga sudah
meluncurkan satu aplikasi bernama Lamikro atau Laporan Keuangan Mikro. 

Aplikasi Lamikro ditujukan bagi pelaku usaha mikro atau
wirausaha pemula agar memiliki laporan keuangan secara baik dan tertib
administrasi.
“Sudah banyak
usaha mikro yang merasakan pentingnya manajemen keuangan yang tertata
rapi,” kata Prakoso.

Bahkan, lanjut Prakoso, pengembangan kewirausahaan tetap
merupakan program prioritas Kemenkop dan UKM pada 2018. 
“Pengembangan kewirausahaan dengan fokus kegiatan, di
antaranya melalui pemasyarakatan kewirausahaan, pelatihan kewirausahaan bagi
masyarakat dan wirausaha pemula, fasilitasi permodalan bagi para wirausaha
pemula, dan fasilitasi pinjaman dana bergulir bagi para wirausaha pemula,”
katanya.

Program lain yakni fasilitasi promosi dan pameran bagi produk
yang dikelola oleh pelaku wirausaha pemula berbasis IT, fasilitasi Hak Cipta,
Hak Merek, serta IUMK bagi wirausaha pemula. (HAP)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Kawasaki W175 ABS dan W175 Street Kembali Hadir untuk Konsumen Indonesia

PT. Kawasaki Motor Indonesia kembali menghadirkan W175 ABS dan W175 STREET, dua model bergaya retro autentik yang menjadi bagian...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img