Kamis, Januari 15, 2026

Kemenperin Dukung Pembentukan Koperasi di Pondok Pesantren

Must Read

Moneter.id – Menteri
Perindustrian Airlangga Hartarto menyatakan Kementerian Perindustrian
terus
mendukung peran koperasi
menjadi kekuatan baru yang bisa mengakselerasi peningkatan daya saing industri
dalam negeri terutama sektor industri kecil dan menengah (IKM).

“Salah satu langkah strategisnya adalah mendorong
pembentukan koperasi di lingkungan pondok pesantren
,” kata Airlangga ketika berkunjung
di kediaman KH Maimoen Zubair, di Pondok Pesantren Al-Anwar, Desa Karangmangu,
Kecamatan Sarang, Rembang, Jawa Tengah, Senin (4/6).

Menurut Airlangga, koperasi
dinilai mampu menghimpun dan melibatkan banyak masyarakat dalam menumbuhkan
aktivitas wirausaha sehingga dapat mendorong pemerataan ekonomi di Indonesia.

“Apalagi,
kita punya potensi dari jumlah pondok pesantren yang sangat banyak dan tersebar
di seluruh daerah,” tuturnya di Jakarta, Sabtu (9/6)

Airlangga menyebutkan, program koperasi di pondok pesantren
sejatinya telah digalakkan sejak lama. Bahkan telah populer ketika di era
ayahnya,
Ir.
Hartarto
Sastrosoenarto
yang juga pernah menjabat sebagai Menteri Perindustrian pada
tahun 1983-1993 silam atau zaman orde baru.

Namun
program tersebut sempat vakum hingga kini. Almarhum ayah saya, dahulu telah
mendorong koperasi di pesantren. Saat ini, mari kita hidupkan kembali, sehingga
para santri bisa mulia bekerja sendiri dan dapat mempekerjakan masyarakat
sekitar,” jelasnya.

Menperin meyakini, pelaksanaan program koperasi di setiap
pondok pesantren, mampu menciptakan ekosistem perekonomian di Tanah Air. Selain
itu, para santri bisa mencukupi kebutuhannya dengan penghasilan tambahan dari
usaha di pondok pesantren.

“Pemerintah sangat mendukung kegiatan wirausaha di pondok
pesantren. Bahkan, Bapak Presiden Joko Widodo juga mendorong segala kegiatan
positif yang dilakukan di pondok pesantren, harus dibantu oleh Pemerintah,”
paparnya.

Dalam hal ini, Kemenperin telah menginisasi program yang
dinamakan Santripreneur. “Kami punya dua model, yakni
Santri Berindustri dan Santri
Berkreasi,” ungkap Airlangga.

Santri
Berindustri merupakan upaya
pengembangan
unit industri yang telah dimiliki
oleh
pondok pesantren
maupun penumbuhan
unit industri
baru yang potensial.

Sedangkan, model Santri Berkreasi
merupakan program kegiatan pelatihan dan pendampingan dalam pengembangan
potensi kreatif para santri maupun alumni yang
terpilih dari beberapa pondok peantren untuk menjadi
seorang profesional di bidang seni visual, animasi dan multimedia
sesuai standar industri saat ini.

“Kami juga memberikan bantuan
peralatan dan mesin sesuai kebutuhan pondok pesantren, seperti untuk
membuat
roti, air minum dalam kemasan, dan pengolahan sampah,” sebutnya.

Menperin berharap, program tersebut dapat terlaksana secara
luas di seluruh Indonesia, terlebih di wilayah Jawa Tengah yang memiliki jumlah
pondok pesantren yang cukup banyak.

Mbah Moen,
sapaan KH Maimoen Zubair, mengaku amat senang dengan kunjungan Menperin
Airlangga dan rombongan ke pondok pesantrennya. “Saya sangat bergembira atas
kunjungannya ke pondok ini. Pondok ini selalu memadukan unsur agama dan
kebangsaan. Kami berharap, dari kunjungan ini, para santri saya bisa menjadi
penerus negeri ini di masa mendatang,” ujarnya.

Menurut Mbah
Moen,
Pondok Pesantren Al-Anwar berdiri sejak tahun 1969 dan hingga saat ini jumlah
santrinya lebih dari 9.000 orang. “Kami tidak hanya punya pondok salafiyah,
tetapi juga ada perguruan tinggi yang terletak di Al-Anwar 3 dan berencana
untuk mendirikan Al-Anwar 4,” ungkapnya.

 

(TOP)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Ubah Mood Swing Jadi Mood Sweet, Fres & Natural Tambah Koleksi Baru Cologne dengan Wangi Dessert

Merek perawatan diri dari WINGS Care, Fres & Natural memperkuat deretan inovasi produk dengan meluncurkan varian terbaru Fres &...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img