Moneter.co.id – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) tetap optimistis dengan target realisasi investasi yang telah ditetapkan tahun 2017 ini, yaitu senilai Rp325 triliun.
Pada kuartal III/2017, berdasarkan data yang dirilis Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), realisasi investasi di sektor pengolahan senilai Rp212,8 triliun atau mencapai 65,47% dari target yang ditetapkan Kemenperin. Bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2016, capaian ini turun sebesar 16,74% secara tahunan.
Sekretaris Jenderal Kemenperin Haris Munandar mengatakan pihaknya masih meyakini dapat mencapai target realisasi investasi di akhir tahun.
Salah satunya, lanjut Haris, dengan melihat kontribusi industri pengolahan yang masih tinggi untuk penanaman modal dalam negeri (PMDN) maupun penanaman modal asing (PMA).
“Untuk PMDN, industri manufaktur mencatatkan kontribusi senilai Rp73 triliun atau sebesar 37,5% dan untuk PMA senilai US$10,5 miliar atau 43,9% pada kuartal III/2017,” ujarnya, Selasa (31/10).
Secara keseluruhan, industri manufaktur menjadi penyumbang terbesar, yaitu 41,5% dari total realisasi investasi, disusul oleh sektor jasa sebesar 40,4% atau senilai Rp207,4 triliun.
“Kami lihat ada investasi ada yang belum selesai prosesnya, ada beberapa komitmen yang akan diselesaikan tahun ini. Masih ada 3 bulan, kami relatif masih optimistis,” ujarnya.
Menurut Haris, industri makanan masih menjadi industri unggulan. Untuk mendorong pengembangan industri ini lebih lanjut, pemerintah harus mengeluarkan tenaga ekstra karena industri ini masih mengalami masalah bahan baku dan terdapat beberapa aturan yang dinilai menghambat.
Pada kuartal III/2017, industri makanan mencatatkan nominal realisasi investasi paling tinggi untuk PMDN, yaitu senilai Rp27,92 triliun atau tumbuh 16,33% y-o-y.
“Kendala ini kalau bisa diatasi akan mendorong pertumbuhan lebih tinggi, apalagi industri makanan dalam negeri sudah oke untuk ekspornya,” ujar Haris.
Untuk PMA, industri logam, mesin, alat transportasi, dan elektronika (ILMATE) menjadi unggulan. Haris menyatakan ke depan, investasi di sektor otomotif akan naik dengan adanya komitmen investasi baru, seperti dari Mitsubishi.
“Untuk logam sudah on track, ada beberapa yang kami dorong seperti carbon steel dan stainless steel. Ilmate masih dominan di PMA,” katanya.
Sektor logam dasar, barang logam, dan mesin mencatatkan realisasi investasi senilai US$3,13 miliar atau naik dari periode tahun lalu sebesar US$2,82 miliar. (HAP)




