Kamis, Januari 15, 2026

Kemenperin Siap Telurkan Inovasi Startup Industri Kerajinan dan Batik

Must Read

Moneter.id – Kementerian Perindustrian
gencar mendorong pelaku industri nasional untuk terus menciptakan inovasi
produk. Hal ini sesuai dengan implementasi peta jalan Making Indonesia 4.0,
salah satunya melalui pemanfataan teknologi digital, yang tujuannya menghasilkan
produk berdaya saing global.

“Saat ini, penguatan inovasi
bagi sektor industri menjadi sangat penting. Langkah ini perlu kolaborasi
dengan seluruh stakeholder,” kata Kepala
Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) Kemenperin Ngakan Timur
Antara di Jakarta, Selasa (9/4).

Ngakan optimistis, pengembangan
industri melalui inovasi dan teknologi akan berperan dalam peningkatan
produktivitas dan kualitas secara efisien. “Menurut para cendekia, istilahnya
adalah technology will always win,”
ungkapnya.

Lebih lanjut, menurut Ngakan,
lembaga litbang di seluruh Indonesia termasuk yang ada di bawah BPPI Kemenperin
dapat menjadi penyokong utama terbentuknya ekosistem inovasi yang melahirkan
riset-riset berkualitas dan memberi manfaat bagi kemajuan industri nasional.

“Guna menghasilkan inovasi yang
sesuai kebutuhan di dunia industri, balai litbang Kemenperin terus berupaya
menggandeng sektor swasta untuk ikut berkontribusi dalam kegiatan riset atau
alih teknologi yang mendukung kemajuan sektor manufaktur nasional,” tuturnya.

Hingga saat ini, jumlah balai
litbang yang ada di lingkungan BPPI Kemenperin sebanyak 11 Balai Besar dan 11
Balai  Riset Standardisasi (Baristand)
Industri.  “
Setelah
sukses dengan
kegiatan
Innovating Jogja
di
tahun 2016 dan 2018, pada tahun ini Balai Besar
Kerajinan dan Batik (BBKB)
di Yogyakarta
kembali
meluncurkan kegiatan Innovating
Jogja 2019
,” ungkap Ngakan.

Kepala BBKB Titik Purwati Widowati mengatakan, kegiatan
Innovating Jogja tahun ini menitikberatkan pada penumbuhan usaha yang bergerak
pada bidang kerajinan dan batik.
 Apalagi, batik merupakan salah satu produk
unggulan yang berkontribusi cukup besar bagi perekonomian nasional melalui
capaian ekspornya.

Kemenperin
menargetkan ekspor produk tenun dan batik
pada
tahun 2019 mampu menembus angka USD58,6 juta atau naik 10% dibanding capaian
tahun lalu sebesar USD53,3 juta.
Ekspor batik Indonesia
mayoritas di
kapalkan
ke negara maju seperti Jepang, Belanda dan Amerika Serikat.

Kemenperin juga mencatat, nilai
ekspor dari produk kriya nasional pada Januari-November 2018 mampu mencapai
USD823 juta, naik dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebesar USD820
juta. Industri kerajinan di Indonesia jumlahnya cukup banyak, yaitu lebih dari
700 ribu unit usaha dengan menyerap tenaga kerja sebanyak 1,32 juta orang.

Kegiatan
Innovating Jogja secara umum menggabungkan tujuan kegiatan Innovating Jogja
terdahulu, untuk menghasilkan startup
kerajinan dan batik di Yogyakarta yang inovatif dengan fungsi alih teknologi
dan inkubasi hasi-hasil litbang yang dihasilkan oleh
BBKB Yogyakarta,” paparnya.

Menurut Titik, pada
tahun 2019, pihaknya
tidak hanya menyeleksi calon peserta yang memiliki inovasi
di bidang kerajinan dan batik
,
tetapi juga
mereka yang
berminat untuk memanfaatkan teknologi kompor listrik batik tulis hasil
penelitian BBKB.

Pendaftaran terbuka bagi masyarakat Yogyakarta di bawah usia 45
tahun, dengan mengisi aplikasi dan proposal usaha yang dapat diunduh melalui
website bbkb.kemenperin.go.id (bit.ly/FORM_IJ2019) paling lambat 31 Mei 2019.

Calon
tenant yang proposalnya lolos seleksi
adminstratif dan presentasi, akan mengikuti kegiatan boot
camp.
Pada akhir kegiatan boot
camp
akan dipilih
dua
tenant inovasi dan
dua
tenant alih teknologi kompor listrik batik tulis untuk mengikuti kegiatan
inkubasi
,” jelasnya.

Keempat peserta yang dipilih akan mendapatkan program
penguatan teknis produksi, pembangunan dan pengembangan bisnis dari Balai Besar
Kerajinan dan Batik serta bantuan bahan produksi senilai
Rp20 juta.

Harapan
kami pada tahun 2019
ini akan
muncul ide
inovasi
bisnis yang tidak kalah dibandingkan dengan
pendahulu-pendahulunya,” imbuh Titik.

Pada
ajang Innovating Jogja sebelumnya, muncul inovasi bisnis
yang terus berkemban
g,
di
antaranya
Wastraloka yang bergerak dalam bidang seni lukis pada kerajinan kaleng
, Janedan yang bergerak
dalam bidang kerajinan kulit tanpa jahit
,
dan
Alra yang bergerak dalam bidang
kerajinan kulit kekinian
.

Selanjutnya,
mumcul pula inovasi bisnis di bidang batik, seperti Tizania Batik yang
bergerak dalam bidang batik latar ringkel

dan
By&G yang bergerak dalam bidang tas
tenun agel kombinasi batik
.         

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Ubah Mood Swing Jadi Mood Sweet, Fres & Natural Tambah Koleksi Baru Cologne dengan Wangi Dessert

Merek perawatan diri dari WINGS Care, Fres & Natural memperkuat deretan inovasi produk dengan meluncurkan varian terbaru Fres &...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img