Kamis, April 23, 2026

Kementerian PUPR Resmikan Dua Rusunawa MBR di Jawa Timur

Must Read

Moneter.co.id – Kementerian
Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) meresmikan dua rumah susun sederhana
sewa (rusunawa) untuk Masyarakat Berpengasilan Rendah (MBR) di Banyuwangi dan
Kediri, Jawa Timur (Jatim).

Menteri Pekerjaan Umum dan
Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono berharap agar para penghuni dapat menyesuaikan
diri. Karena tinggal di hunian vertikal berbeda dengan rumah tapak. Salah satu
kuncinya adalah sikap toleransi.

“Tinggal di rusun
akan mengubah cara hidup kita. Harus banyak empati agar tinggal di rusun juga
nyaman,” kata Basuki, Minggu (07/01).

Pembangunan rusunawa tersebut
dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama sselesai pada 2011 sebanyak 2 twin
blok dan sudah dihuni warga. Kemudian dilanjutkan tahap kedua yang jumlahnya 3
twin blok dengan kapasitas 954 unit.

Rusunawa ini diperuntukan
bagi MBR Kota Kediri di antaranya dari Kelurahan Dandangan, Ngadirejo,
Balowerti dan Semampir. Ke-5 twin blok tersebut sudah dihibahkan oleh
Kementerian PUPR kepada Pemeritah Daerah (Pemda) Kota Kediri. 
“Kondisinya bagus,
jadi menurut saya tempat ini lebih baik disebut dengan Apartemen Rakyat,” kata
Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar.

Abu Bakar menjelaskan, Rusunawa ini dilengkapi
listrik, air bersih dan taman yang dapat digunakan oleh masyarakat sebagai
tempat bercengkrama dan bersosialisasi, masjid, dan sarana pendidikan.

Rusunawa kedua yakni
Rusunawa Klatak Kalipuro, di Kabupaten Banyuwangi. Rusunawa ini terdiri dari 2
tower dengan tipe 24 berkapasitas sebanyak 198 unit. Rusunawa ini memiliki unit
yang khusus diperuntukkan bagi para penyandang disabilitas, dan orang lanjut
usia.

Sementara itu, Direktur
Pengembangan Kawasan Permukiman (PKP) Ditjen Cipta Karya Kementerian PUPR, Rina
Farida mengatakan rusunawa telah dilengkapi listrik, air bersih, lahan parkir,
aula warga, dan pagar keliling.

“Dengan telah
dihuninya Rusunawa, para penghuni dan warga sekitar dapat merawat dan
memanfaatkannya dengan baik secara berkelanjutan,” kata Rina.

Selain sebagai hunian,
diharapkan menjadi pusat kegiatan ekonomi, sosial, keagamaan dan kesehatan
masyarakat.

Rusunawa ini
dibangun dengan menggunakan anggaran Kementerian PUPR senilai Rp 23 miliar di
mana lahan disediakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi seluas 1 hektar.

Bupati Banyuwangi, Azwar Anas menjelaskan, ini kolaborasi
antara pemda dengan pemerintah pusat. Kami yang menyiapkan lahan, sedangkan
pemerintah pusat yang membangun rusunawa ini. “Saya lihat kualitas rusunawa cukup
bagus rapi dan dilihat dari luar juga menarik. Pemda memberikan tempat dan
lokasi yang strategis,” kata Azwar Anas.


(TOP)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Seleksi Dirut PAW TVRI Dibuka, Publik Diminta Ikut Awasi Prosesnya

Lembaga Penyiaran Publik (LPP) TVRI membuka seleksi untuk mengisi posisi Direktur Utama Pengganti Antar Waktu (PAW) periode 2023–2028. Proses...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img