Selasa, Maret 10, 2026

Ketegangan Geopolitik Pengaruhi Stabilitas Pangan dan Energi

Must Read

Ketegangan geopolitik global dinilai turut memengaruhi kondisi pangan dan energi, termasuk stabilitas harga.

Peneliti Pusat Pangan, Energi, dan Pembangunan Berkelanjutan INDEF, Afaqa Hudaya, mengatakan mengacu pada data World Bank, harga pangan global saat ini menunjukkan perbaikan dari sisi pasokan meskipun masih berada pada level yang relatif tinggi.

Sementara di Indonesia, tekanan inflasi masih terlihat pada komponen administered prices yang tercatat naik sebesar 12,66 persen secara tahunan (year on year). Selain itu, kelompok volatile food juga cenderung mengalami peningkatan, terutama pada periode Ramadan ketika permintaan masyarakat meningkat.

Pada Februari 2026, volatilitas harga pangan di dalam negeri mulai menunjukkan kondisi yang lebih moderat. Meski demikian, beberapa komoditas seperti beras medium dan gula masih mengalami kenaikan harga. Sementara itu, komoditas seperti bawang merah dan cabai turut mengalami peningkatan harga yang dipicu oleh distribusi yang masih terpusat di wilayah tertentu.

Di sektor energi, Afaqa menjelaskan bahwa konflik geopolitik, terutama yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran, meningkatkan risiko terhadap pasokan minyak global. Ketegangan di kawasan strategis seperti Selat Hormuz berpotensi mengganggu distribusi minyak dunia.

Harga minyak mentah Brent bahkan sempat menyentuh angka 90 dolar AS per barel dan diproyeksikan dapat meningkat hingga 114,17 dolar AS per barel pada Mei 2026. Kenaikan harga ini menjadi tantangan tersendiri bagi Indonesia yang dalam periode 2016 hingga 2025 terus mengalami defisit neraca minyak dan gas (migas) akibat statusnya sebagai negara net importer.

Kondisi tersebut membuat Indonesia sangat sensitif terhadap fluktuasi harga minyak global. Selain itu, rencana pengalihan impor minyak ke Amerika Serikat juga dinilai berpotensi memperlebar defisit neraca migas serta menimbulkan inefisiensi dalam proses pengolahan di kilang domestik.

Afaqa menambahkan meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran dapat memperbesar ketergantungan Indonesia terhadap impor energi. Hal ini sekaligus membuat perekonomian nasional semakin rentan terhadap perubahan harga energi di pasar global.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

ICHITAN Berbagi Kesegaran Berbagi Kebahagiaan Hadir di 8 Kota, Perkuat Kebersamaan Ramadan 2026

Ramadan selalu identik dengan momen kebersamaan dan berbagi kebaikan. Namun di tengah dinamika kehidupan saat ini, bulan suci bukan...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img