MONETER –
Emiten consumer goods, PT
Kino Indonesia Tbk. (KINO) menambah pinjaman sampai dengan Rp200 miliar dari
anak usahanya, PT Dutalestari Sentratama (DLS) untuk pelaksanaan kegiatan
operasional.
“Transaksi ini dilakukan guna memaksimalkan
pemanfaatan dana yang tersedia untuk menunjang proses bisnis perseroan dalam
melaksanakan kegiatan operasional,” kata Direktur dan Sekretaris Perusahaan
Kino Indonesia, Budi Muljono, Kamis (29/9/2022).
Transaksi yang dilakukan pada 26 September 2022
tersebut merupakan transaksi afiliasi. “Perseroan berpendapat bahwa transaksi
yang dilakukan tidak mengandung benturan kepentingan sebagaimana dimaksud dalam
POJK 42/2020,” imbuh Budi.
Pada semester I/2022 KINO tercatat membukukan
peningkatan penjualan sebesar 3,6% menjadi Rp2 triliun, dari semester pertama
tahun lalu senilai Rp1,93 triliun.
Alhasil, laba bersih KINO meningkat menjadi Rp44,84
miliar, atau tumbuh 18,9% dari posisi periode yang sama tahun sebelumnya
Rp37,70 miliar.
Perseroan memproyeksikan penjualan naik hingga 20% di
tahun 2022. Selain itu, perseroan juga mengalokasikan dana capital expenditure (Capex) 2022 sebesar Rp 350
miliar- 400 miliar yang sebagian besar capex tersebut akan digunakan untuk
penambahan kapasitas produksi.
Informasi, DLS merupakan perusahaan yang dikendalikan KINO dengan kepemilikan saham mencapai 99,97% dari modal disetor DLS.




