Moneter.co.id – PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN menegaskan dalam
mengalirkan listrik di wilayah Papua tidaklah mudah karena kondisi geografis
yang sulit. Terkait hal itu, PLN mengeluarkan anggaran Rp150 miliar untuk
menerangi 74 desa di Papua wilayah
Seperti diketahui, PLN hari ini melakukan peresmian
keberhasilannya dalam melistriki 194 desa di Papua. Sebanyak 74 desa
diantaranya akan diresmikan secara langsung bersama Presiden Joko Widodo
(Jokowi).
“Untuk 74 desa total investasi yang dilakukan PLN sebanyak Rp150
miliar,” kata Direktur Bisnis Regional Maluku dan Papua PLN Ahmad Rofik,
Rabu, (20/12).
Menurut Rofik, total investasi sebesar Rp150 miliar itu untuk
melistriki 1.040 kepala keluarga. Dengan rincian, satu keluarga membutuhkan
biaya sekitar Rp150 juta. Biaya tersebut terbilang besar karena mencangkup
biaya penyambungan listrik di daerah dengan kategori geografis sulit.
“Untuk melistriki satu kepala keluarga membutuhkan biaya
Rp 150 juta karena hal ini disebabkan beratnya geografis desa yang akan
dilistriki,” kata Rofik.
Meski sudah terlistriki 1.040 kepala keluarga, Rofik
melanjutkan, PLN masih memiliki pekerjaan rumah lagi. Pasalnya, ada potensi
2.700 kepala keluarga yang belum terlistriki di sana. “Sedangkan, potensi pelanggan yang belum
tersambung 2.700 kepala keluarga,” ucap dia.
Seperti diketahui, pembangunan listrik pedesaan merupakan
salah satu program strategis pemerintah untuk meningkatkan rasio elektrifikasi
dan rasio desa berlistrik.
Dalam dua tahun terakhir, PLN Wilayah Papua & Papua Barat
telah berhasil meningkatkan rasio elektrifikasi provinsi Papua dari 45,93
persen menjadi 50,11 persen dan rasio desa berlistrik dari 22,02 persen pada
2015 menjadi 29,53 persen pada 2017.
Sedangkan untuk Provinsi Papua Barat, rasio elektrifikasi
meningkat dari 82,7 persen menjadi 91,76 persen dan rasio desa berlistrik dari
33,23 persen pada 2015 menjadi 54,47 persen pada 2017. (TOP)




