Selasa, Januari 27, 2026

Krakatau Steel Catat Kerugian USD74,82 Juta Sepanjang 2018

Must Read

Moneter.id – PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (KRAS) mencatatkan rugi
bersih sebesar USD74,82 juta
sepanjang
tahun 2018
. Kerugian ini
lebih kecil
8,48%
dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai USD81,74 juta. Sementara untuk pendapatan
bersih yang dibukukan sebesar USD1,74 miliar atau naik 20,05% secara tahunan.

“Perseroan
secara perlahan terus memperbaiki kinerja dari tahun ke tahun. Kenaikan
pendapatan bersih sepanjang tahun lalu seiring dengan kenaikan volume
penjualan. Adapun, volume penjualan meningkat 12,84%, dari 1,90 juta ton pada
2017 menjadi 2,14 juta ton pada 2018
,” kata Direktur
Utama Krakatau Steel Silmy Karim
, Kamis (04/04).

Sementara,lanjut
Silmy, p
erforma
perusahaan asosiasi dan joint venture
juga membaik, dari rugi USD41,24 juta pada 2017 menjadi USD5,31 juta pada 2018.

“Sepanjang
2018, perseroan cukup merasakan kenaikan harga jual produk baja. Rata-rata
harga jual produk HRC meningkat 10,03% menjadi USD657 per ton, CRC naik 6,72%
menjadi USD717 per ton, Wire Rod meningkat 15,03% menjadi USD635 per ton. Ini
salah satu ciri bahwa pasar baja domestik membaik,” katanya.

Kinerja
perseroan dapat meningkat di masa mendatang didorong sejumlah sentimen positif.
Pada akhir tahun lalu, KRAS telah menandatangani kesepakatan dengan sejumlah BUMN
karya tentang penggunaan baja dalam negeri untuk proyek-proyek yang dijalankan
oleh pemerintah.

Pada
proyek pembangunan jalan tol layang Jakarta-Cikampek atau Japek Ii Elevated
Toll Road, suplai baja perseroan per Desember 2018 telah mencapai 151.090 ton.”Kesepakatan
itu diharapkan mampu meningkatkan kinerja perseroan ke depan,”
paparnya.

Sentimen
positif lainnya yakni perpanjangan pengenaan bea masuk anti dumping (BMAD)
terhadap produk Hot Rolled Coil (HRC) yang diimpor dari Republik Rakyat
Tiongkok (RRT), India, Rusia, Kazakhstan, Belarusia, Taiwan, dan Thailand, yang
tertuang dalam PMK No.25/PMK.010/2019 yang berlaku 2 April 2019 hingga 5 tahun
ke depan.

Pada
2019, KRAS berencana menambah porsi penjualan ekspor sebesar 650.000 ton HRC/P
ke Malaysia, India, dan negara lainnya. Pada Maret 2019, sebanyak 12.000 ton
HRC/P telah diekspor ke Malaysia, seiring dengan kebijakan otoritas setempat
yang meyatakan dicabutnya aturan anti dumping bagi Indonesia karena ketiadaan
produsen HRC dalam negeri Malaysia.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Hadirkan Saham AS, Kini Diversifikasi Aset Lebih Praktis di Satu Aplikasi Valbury

Perusahaan pialang berjangka, Valbury Asia Futures (Valbury) memulai langkah di awal 2026 ini dengan memperkuat layanan multi aset di...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img