Moneter.co.id – PT Astra International Tbk (Grup Astra) mencatatkan laporan keuangan kuartal I Tahun 2017 dengan gemilang. Pendapatan bersih konsolidasian perseroan meningkat 16% menjadi Rp48,8 triliun, seiring dengan peningkatan kontribusi pendapatan dari sebagian besar segmen bisnisnya. Laba bersih konsolidasian Grup meningkat 63% menjadi Rp5,1 triliun.
Sedangkan, nilai aset bersih per saham Grup tercatat sebesar Rp2.889 pada 31 Maret 2017, meningkat 4% dibandingkan dengan posisi akhir tahun 2016.
Nilai kas bersih, di luar Grup jasa keuangan, mencapai Rp131 miliar, jauh lebih rendah dibandingkan nilai kas bersih pada akhir tahun 2016 sebesar Rp6,2 triliun, terutama disebabkan oleh investasi jalan tol dan pembangkit listrik yang dilakukan pada kuartal pertama 2017. Anak perusahaan Grup segmen jasa keuangan mencatat utang bersih sebesar Rp46,4 triliun, dibandingkan dengan Rp47,7 triliun pada akhir tahun 2016.
Prijono Sugiarto Presiden Direktur PT Astra International Tbk mengatakan, sebagian besar bisnis Grup Astra memiliki kinerja yang baik pada kuartal pertama tahun 2017. Ke depan, Grup Astra berharap mendapatkan manfaat dari pertumbuhan ekonomi Indonesia yang berkelanjutan, didukung oleh harga komoditas yang lebih tinggi, walaupun bisnis otomotif diperkirakan menghadapi persaingan harga yang lebih kompetitif.
Kontribusi segmen bisnis otomotif terhadap laba bersih konsolidasian Astra International meningkat 45% menjadi Rp2,3 triliun, terutama diakibatkan oleh momentum kesuksesan dari penjualan model-model baru yang diluncurkan pada tahun 2016 dan terus berlanjut hingga tahun 2017.
Menurutnya, penjualan mobil secara nasional meningkat 6% menjadi 283.000 unit. Penjualan nasional mobil Astra meningkat sebesar 27% menjadi 161.000 unit, mengakibatkan peningkatan pangsa pasar dari 48% menjadi 57%. “Grup telah meluncurkan satu model baru dan dua model revamped selama periode ini,” jelasnya.
Untuk segmen jasa keuangan, lanjutnya, mengalami peningkatan 75% menjadi Rp1,1 triliun ditandai dengan perolehan keuntungan dari Bank Permata. “Sementara itu, kenaikan harga komoditas menghasilkan perbaikan kinerja dari divisi alat berat dan agribisnis,” ujarnya.
Rep.Hap




