Selasa, Maret 3, 2026

Kuartal I/2018, Penjualan Bersih Kabelindo Murni Anjlok 29,45 Persen

Must Read

Moneter.id – PT Kabelindo
Murni Tbk (KBLM) membukukan penjualan bersih konsolidasi sebesar Rp221,7 miliar
sepanjang kuartal I/2018. Penjualan tersebut turun 29,45% dibandingkan penjualan
di periode yang sama pada tahun lalu sebesar Rp314,29 miliar.

“Laba bersih perseroan
juga turun signifikan. Tercatat pada Januari hingga Maret 2018, KBLM membukukan
laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar
Rp904,48 juta,” tulis keterangan resmi perseroan, Rabu (18/7).

Dijelaskan, capaian
tersebut terperosok 84,06% dibandingkan dengan laba bersih perseroan selama
periode sama tahun sebelumnya (yoy) yang mencapai Rp5,67 miliar.

Adapun, laba perseroan pada
kuartal I/2017 tercatat lebih tinggi karena didukung faktor penambahan dari
surplus revaluasi aset tetap sehingga menambah jumlah penghasilan komprehensif
lain sebesar Rp434,37 miliar.

Pada tahun
ini, KBLM mengaloasikan belanja modal sebesar Rp10 miliar, di mana sebesar
10%—12% di antaranya akan digunakan untuk meningkatkan kapasitas produksi,
terutama segmen building wire yang
permintaannya terus meningkat. Dari penambahan kapasitas tersebut, perseroan
berencana meningkatkan pasokan kepada PLN.

“Pada kuartal I/2018,
kinerja perseroan memang menurun karena PLN menurunkan pemesanannya, sedangkan
kontrak baru mulai ditandatangani pada April 2018,” kata Direktur Kabelindo
Murni, Petrus Nugraha.

Selain itu,
lanjut Petrus, terdapat juga pengaruh harga bahan baku yang pada 2018 naik
secara signifikan dibandingkan tahun lalu. Selain itu, beberapa tender di-hold karena dipengaruhi naiknya harga
tembaga pemelamah nilai tukar..

Petrus optimistis, kuartal
II-2018 laba KBLM masih akan tetap positif. Meskipun diakui, strategi penjualan
harus terus dikejar dan dimaksimalkan. Bahkan, KBLM menyiapkan strategi khusus
ke PLN dengan cara aktif mendatangi setiap area distribusi, untuk mempercepat
permintaan dan pengiriman pesanan.

“Sehingga
kami dapat mengejar ketinggalan waktu di awal tahun,” jelasnya.

Hingga akhir tahun, fokus ekspansi
emiten kabel ini adalah penambahan kabel di pasar retail. Dimana perseroan
masih proyeksi dapat dicapai sesuai rencana, naik 10%. Selama ini komposisi
permintaan dari swasta mencapai 65% dan 30% dari PLN.

 

(TOP)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Lebaran Jadi Titik Balik Finansial, Pencarian Rumah Melonjak Usai Hari Raya

Narasi mengenai tantangan Generasi Z dan Milenial dalam memiliki hunian pribadi kian mengemuka sebagai isu krusial. Kekhawatiran ini bukan...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img