Rabu, Januari 14, 2026

Kuartal I/2023, Pembiayaan BTN Syariah Naik 15,52 Persen

Must Read

MONETER – Unit
Usaha Syariah (UUS) PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN Syariah tercatat
sebesar Rp105,15 miliar pada kuartal I/2023. Capaian ini tumbuh sebesar 40
persen dibanding periode yang sama tahun 2022 senilai Rp75,41 miliar.

 

“Capaian positif BTN Syariah tersebut didukung
pertumbuhan bisnis yang stabil,” kata Direktur Utama Bank BTN Nixon LP
Napitupulu di Jakarta, Rabu (26/4/2023).

 

Katanya, pembiayaan syariah tercatat naik 15,52% menjadi
Rp32,63 triliun bila dibandingkan dengan capaian akhir Maret 2022 sebesar
Rp28,24 triliun.

 

Sementara itu, total Dana Pihak Ketiga (DPK) yang
berhasil dihimpun oleh BTN Syariah sepanjang kuartal I/2023 mencapai Rp35,63
triliun, tumbuh sebesar 27,29% dari yang sebelumnya Rp27,99 triliun pada
kuartal I/2022.

 

Dengan capaian tersebut, aset BTN Syariah berhasil tumbuh
24,53% menjadi Rp46,52 triliun pada kuartal I/2023. Adapun aset BTN Syariah
pada kuartal I/2022 tercatat sebesar Rp37,35 triliun.

 

Sejalan dengan pertumbuhan UUS, kinerja Bank BTN juga
menunjukkan kinerja positif. Laba bersih Bank BTN sepanjang kuartal I/2023
tumbuh mencapai Rp801 miliar.

 

Adapun total aset Bank BTN hingga akhir Maret 2023
tercatat sebesar Rp401,50 triliun, naik 9,25% dari capaian pada periode yang
sama tahun sebelumnya sebesar Rp367,51 triliun.

 

Penyaluran kredit dan pembiayaan Bank BTN mencapai sekitar
Rp300 triliun pada kuartal I/2023, tumbuh 8,16% dari capaian tahun lalu sebesar
Rp277,13 triliun.

 

Penyaluran kredit didominasi oleh KPR Subsidi senilai
Rp148,65 triliun, tumbuh 10,90% dari yang sebelumnya Rp134,04 triliun.

 

Sementara penyaluran KPR Non Subsidi tercatat sebesar
Rp88,81 triliun, naik 5,37% dari capaian pada kuartal I/2022 sebesar Rp84,28
triliun.

 

Rasio kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL)
Bank BTN bergerak positif dengan NPL Gross berada di level 3,54%, lebih rendah
dari yang sebelumnya berada di level 3,6%.

 

Adapun untuk Dana Pihak Ketiga (DPK), nilainya naik 10,01%
pada kuartal I/2023 bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu,
yaitu sebesar Rp319,60 triliun dari yang sebelumnya Rp290,53 triliun.

 

Dari jumlah tersebut
perolehan dana murah atau Current Account
Saving Account
(CASA) mencapai Rp166,80 triliun, naik sebesar 30,05%
dibandingkan akhir Maret 2022 sebesar Rp128,26 triliun.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Indonesia – KOICA Kembangkan Sistem Metrologi Legal EVSE

Kementerian Perdagangan bersama Korean International Cooperation Agency (KOICA) meluncurkan proyek pengembangan sistem metrologi legal kendaraan listrik (electric vehicle/EV) di...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img