Moneter.id – PT Renuka Coalindo Tbk (SQMI) membukukan kerugian senilai
US$ 58.545 atau kisaran Rp 848,90 juta,
kurs Rp 14.500/US$ di kuartal II/2018. Jumlah
kerugian tersebut naik dari rugi di periode yang sama di tahun sebelumnya
dengan kerugian sebesar US$ 57.846 atau kisaran Rp 836,76 juta.
Menurut keterangan resmi perseroan di Jakarta, Rabu
(12/8), dijelaskan, pada periode April sampai dengan Juni 2018, SQMI berhasil
mengantongi pendapatan senilai US$5.000 (Rp 72,50 juta). Sementara dibandingkan
dengan bulan yang sama di tahun lalu perusahaan tak berhasil mengantongi
sepeserpun pendapatan.
Sebelumnya, SQMI pernah mencapai angka penjualan batu
bara tertinggi di angka 1,2 juta ton pada tahun 2012. Namun sayangnya ketika
harga komoditas batu bara mengalami penurunan, perusahaan merugi dan memutuskan
untuk menjual aset tambangnya.
Hingga akhir Juni lalu perusahaan memiiliki total aset
sebesar US$ 40.608. Tediri dari aset lancar sebesar US$ 38.942 dan aset tak
lancar sebesar US$ 1.666.
Sementara,
liabilitas perusahaan bernilai sebesar US$ 1,79 juta yang seluruhnya merupakan
utang jangka pendek. Adapun di pertengahan tahun ini perusahaan masih mengalami
defisiensi modal mencapai US$ 1,75 juta.
(TOP)




