Moneter.id – PT Bank Yudha Bhakti Tbk (BBYB) mencatat kerugian bersih Rp 136,66 miliar di
kuartal IV/2018. Padahal pada kuartal III/2018 perseroan mencatatkan laba
bersih Rp 48,66 miliar.
Sementara untuk dana pihak ketiga (DPK), pada kuartal III/2018 total DPK
yang dihimpun perseroan sebesar Rp 3,94 triliun, pada kuartal IV/2018 DPK menjadi
Rp 3,66 triliun. Artinya, DPK turun Rp 280 miliar dalam tiga bulan.
Adapun asetnya turun dari menjadi Rp 4,533 triliun dari Rp 4,886 triliun.
Artinya, aset turun 6,82% dalam tiga bulan. Begitu pula penyaluran kredit turun
dari Rp 4,02 triliun menjadi Rp 3,94 triliun.
Pada akhir Desember 2018, Bank
Yudha Bhakti mencatatkan rasio kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) gross sebesar 15,75%. Adapun NPL nett
9,92%. Angka ini lebih tinggi dari batas maksimal yang ditentukan OJK 5%.
Bank ini juga mencatatkan ratio pendanaan terhadap kredit (loan to funding ratio/LFR) sebesar 107,66%. Hal ini mencerminkan
sebagian penyaluran kredit tidak menggunakan dana pihak ketiga (DPK).
Seperti diketahui, pada awal pertengahan Maret 2019, Bank Yudha Bhakti
mendapatkan suntikan modal sebesar Rp 500 miliar dari perusahaan startup Akulaku.




